KULON PROGO - Warga Binaan Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Wates antusias mengikuti sosialisasi pelaksanaan pemilu di dalam rutan, Senin (5/2).
Tak hanya sosialisasi namun kegiatan tersebut juga memuat simulasi yang dilakukan warga binaan.
"Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan informasi mengenai tata cara pemilu, peserta pemilu, dan surat suara," ucap Ketua Divisi Perencanaan, Data, dan Informasi KPU Kulon Progo Ria Herlinawati saat dihubungi Radar Jogja usai kegiatan berlangsung.
Ria mengungkapkan bahwa kegiatan ini juga merupakan simulasi pelaksanaan pemilu. Simulasi tak hanya diikuti warga binaan, namun juga KPPS TPS Khusus yang mayoritasnya adalah petugas rutan.
Petugas Rutan yang masuk sebagai KPPS, melakukan pendalaman atas bimtek yang telah mereka jalani.
Jumlah pemilih di Rutan Wates, menurut daftar pemilih tetap (DPT) terdapat 87 pemilih. Sedangkan jumlah penghuni rutan sebanyak 93.
Menurut Ria, pihaknya akan melakukan mekanisme pengajuan Daftar Pemilih Tambahan (DPTb), untuk warga rutan.
"Nantinya kami menyiapkan TPS terdekat untuk melakukan pemungutan suara masuk kedalam rutan, untuk pemilih DPTb," ucap Ria.
Menurutnya hal itu perlu dipastikan kembali, karena berkaitan dengan hak pilih warga negara.
Sehingga, ia memastikan bahwa TPS terdekat seperti TPS 28 untuk membantu dalam pemungutan suara bagi DPTb di dalam Rutan.
"Secara keseluruhan persiapan pemilu di Rutan Kelas IIB Wates sudah siap," ucap Ria.
Sejalan dengan itu, Kepala Divisi Pemasyarakatan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM (Kanwil Kemenkumham) DIY Agung Aribawa, mengapresiasi kegiatan yang dilakukan KPU Kulon Progo. Ia berterimakasih atas kegiatan tersebut.
"Ini merupakan tindaklanjut dari Rapat Dilkumjakpol, yang dilaksanakan pada 31 Januari 2024," ucap Aribawa.
Aribawa mengungkapkan bahwa hasil rapat tersebut mewujudkan sinergitas antar pihak terkait, dalam upaya penyelenggaran pemilu di TPS khusus.
Penyelenggaran Pemilu di TPS khusus diharapkan bisa mewujudkan asas langsung, umum, bebas, jujur, dan adil (luberjurdil).
Ia juga mengungkap bahwa di TPS 901 merupakan TPS Khusus, dimana kegiatan yang dilakukan KPU sangat memberikan manfaat bagi warga rutan.
Aribawa mengungkapkan bahwa warga binaan sangat menunggu momentum penyelenggaraan lemilu di dalam rutan.
"Sebagai warga negara, yang saat ini sedang menjalani masa pidana, tentunya kegiatan ini mempermudah warga binaan untuk tetap bisa memberikan hak pilihnya," ucapnya.
Ia juga mengungkapkan acara ini tak hanya berlangsung di Kabupaten Kulon Progo. Beberapa Lapas di DIY juga telah dimonitor KPU DIY untuk pelaksanaan simulasi pemilu. (cr7)