RADAR JOGJA - Pembangunan Tol Solo-Jogjakarta-NYIA di Kulon Progo sudah sampai pada tahap pengukuran. Terdapat beberapa sekolah di Kulon Progo yang terdampak. Terkait dengan ini, Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Kulon Progo akan menyiapkan antisipasi. “Kami sedang meminta informasi terkait detail trase jalan tol," ucap Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Kulon Progo Arif Prastowo, Sabtu (3/2).
Kendati belum bisa mengkonfirmasi jumlah pasti sekolah terdampak, Arif sudah menerima laporan dari tiga sekolah yang mengaku terdampak tol. Sekolah melaporkan adanya patok tol didekat kawasan sekolah mereka.Selain memastikan lintasan tol, Arif juga ingin memastikan waktu pembangunan tol di langsungkan. Hal ini diperlukan agar kegiatan belajar mengajar tidak mengalami gangguan.”Pertama kepastian lokasi dan waktu pelaksanaan," ucap Arif.
Pihaknya juga telah menyiapkan skenario apabila sekolah terdampak pembangunan. Pertama, skenario tempat sementara untuk pembelajaran. Kedua, relokasi sekolah secara fungsional. Namun, skenario ini masih dikaji oleh pihaknya. Skenario relokasi memiliki dua skema. Yaitu relokasi secara utuh atau penggabungan dengan sekolah lainnya. Penggabungan sekolah dimungkinkan apabila orangtua dan wali mengizinkan. Nantinya kegiatan sekolah akan mempergunakan sistem shift.
Disdikpora Kabupaten Kulon Progo juga memperhatikan adanya kemungkinan pembuatan sekolah sementara, sambil menunggu rencana relokasi. Sekolah sementara dibangun agar kegiatan belajar mengajar tetap ada.Sekolah sementara tidak harus sama seperti sekolah sebelumnya. Yang terpenting selama kegiatan belajar mengajar tetap kondusif dan ideal. "Kegiatan belajar mengajar sangat membutuhkan suasana yang ideal, terutama tingkat kebisingan," ucap Arif.
Menurutnya, tingkat kebisingan sangat berpengaruh dengan kegiatan belajar mengajar. Sehingga perlu pengkajian tingkat kebisingan saat pembangunan jalan tol, ataupun saat jalan tol telah digunakan.Arif berharap segera ada informasi lebih lanjut terkait pembangunan. Selama ini pihaknya terkendala informasi, mengingat proyek pembangunan jalan tol merupakan wewenang pusat.Walupun menyiapkan skenario, Arif tetap ingin adanya keterlibatan pihak terkait dalam menentukan skenario. (cr7/din)
Editor : Satria Pradika