Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Disdikpora Kulon Progo Ungkap Skenario Apabila Terdapat Sekolah yang Terdampak Proyek Pembangunan Tol

Anom Bagaskoro • Senin, 5 Februari 2024 | 00:19 WIB
Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Kulon Progo Arif Prastowo.
Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Kulon Progo Arif Prastowo.

KULON PROGO - Pembangunan Tol Solo-Yogyakarta-Kulon Progo sudah sampai pada tahap pengukuran. Terdapat beberapa sekolah di Kulon Progo yang terdampak.


"Kami sedang meminta informasi terkait detail trase jalan tol," ucap Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Kulon Progo Arif Prastowo, saat dihubungi Radar Jogja melalui sambungan telepon, Sabtu (3/2).


Kendati belum bisa mengkonfirmasi jumlah pasti sekolah terdampak.

Arif sudah menerima laporan dari 3 sekolah yang mengaku terdampak tol. Sekolah melaporkan adanya patok tol didekat kawasan sekolah mereka.


Selain memastikan lintasan tol, Arif juga ingin memastikan waktu pembangunan tol di langsungkan.

Hal ini diperlukan agar kegiatan belajar mengajar tidak mengalami gangguan.


"Dua hal ini sangat penting, pertama kepastian lokasi dan waktu pelaksanaan," ucap Arif.


Arif mengungkapkan bahwa dirinya telah menyiapkan skenario apabila sekolah terdampak pembangunan.

Pertama, skenario tempat sementara untuk pembelajaran.

Kedua, relokasi sekolah secara fungsional. Namun, skenario ini masih dikaji oleh pihaknya.


Menambahkan, Arif mengungkapkan bahwa skenario relokasi memiliki 2 skema. Yaitu, relokasi secara utuh atau penggabungan dengan sekolah lainnya.

Penggabungan sekolah dimungkinkan apabila orangtua dan wali mengizinkan. Nantinya kegiatan sekolah akan mempergunakan sistem shift.


Tak hanya itu, Disdikpora Kabupaten Kulon Progo juga memperhatikan adanya kemungkinan pembuatan sekolah sementara, sambil menunggu rencana relokasi.

Sekolah sementara dibangun agar kegiatan belajar mengajar tetap ada.


Sekolah sementara tidak harus sama seperti sekolah sebelumnya. Yang terpenting selama kegiatan belajar mengajar tetap kondusif dan ideal.


"Kegiatan belajar mengajar sangat membutuhkan suasana yang ideal, terutama tingkat kebisingan," ucap Arif.


Menurutnya, tingkat kebisingan sangat berpengaruh dengan kegiatan belajar mengajar. Sehingga perlu pengkajian tingkat kebisingan saat pembangunan jalan tol, ataupun saat jalan tol telah digunakan.


Arif berharap segera ada informasi lebih lanjut terkait pembangunan. Selama ini pihaknya terkendala informasi, mengingat proyek pembangunan jalan tol merupakan wewenang pusat.


"Jika sudah ada informasi kami tentunya akan melakukan kajian terkait skenario mana yang ideal yang sudah saya sampaikan sebelumnya," ucap Arif.


Walupun pihaknya sudah menyiapkan skenario, Arif tetap ingin adanya keterlibatan pihak terkait dalam menentukan skenario.

Pemkab, pemerintah kalurahan, masyarakat, pengamat pendidikan, dan orangtua/wali diharapkan bisa memberikan aspirasinya agar skenario yang ia usulkan berjalan dengan baik. (cr7) 

Editor : Amin Surachmad
#tol solo-yogya #Kulon Progo #Terdampak #Sekolah