Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Hampir Tujuh Ribu UMKM Baru di Kulon Progo Sepanjang 2023, Berharap Banyak yang Naik Kelas

Anom Bagaskoro • Senin, 29 Januari 2024 | 02:13 WIB
NAIK KELAS: Kepala Dinas Kopersadi dan UMKM Iffah Mufidati.
NAIK KELAS: Kepala Dinas Kopersadi dan UMKM Iffah Mufidati.

KULON PROGO -  Pertambahan UMKM di Kulonprogo terbilang tinggi. Terdapat 6.973 UMKM baru yang terakumulasi di tahun 2023.

Sebelumnya di tahun 2022 terdapat 45.032 unit usaha yang terdaftar sebagai UMKM. Sedangkan pada tahun 2023 mengalami peningkatan menjadi, 52.005 unit usaha.


"Ada peningkatan, total terdapat 6.973 UMKM baru di Kulon Progo," ucap Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Kulon Progo Iffah Mufidati, ketika ditemui di ruang kerjanya, jumat (28/1).


Iffah mengungkapkan, ketika pandemi covid-19, UMKM tetap mengalami kenaikan jumlah unit usaha.

Namun, kenaikannya tidak sebesar tahun 2023. Pada tahun 2023, UMKM sektor makanan menjamur, terlebih usai pandemi.


"Orang tidak berhenti makan dan minum," ucap Iffah.


Ia menambahkan, adanya media sosial dalam berpromosi produk kuliner, membuat minat masyarakat semakin tinggi.

Tercatat sebanyak 18.765 unit usaha industri pengelolaan (non pertanian) di tahun 2023. Itu mengalami kenaikan jumlah UMKM sebesar 1.154.


Selain sektor industri pengelolaan mengalami peningkatan jumlah. Unit usaha pedagang di luar pasar juga mengalami peningkatan jumlah UMKM.

Sebesar 13.369 unit usaha di tahun 2023, naik sebesar 1.892 unit bila dilihat pada tahun 2022.


Iffah juga menjelaskan, program yang dilakukan pemerintah selama ini sangat membantu pertumbuhan UMKM.

Baca Juga: Lurah Maguwoharjo Jalani Sidang Perdana di PN Jogja Hari Senin, Apa yang Menjeratnya?

Di Kulon Progo beberapa program digelar sebagai upaya peningkatan kualitas UMKM.


"Pendampingan kepada UMKM mulai dari penumbuhkembangan wirausaha baru, peningkatan kualitas produksi, pemberian legalitas meliputi PIRT, sertifikasi halal, HAKI, pembenahan kemasan sampai pemasaran offline dan online," jelas Iffah.


Iffah berharap UMKM di Kulon Progo tak berpuas diri. Perlu diimbangi pengembangan usaha yang matang.

Terutama pemanfaatan media sosial sebagai ajang promosi gratis, sehingga masyarakat dapat menjangkau informasi terkait produk UMKM miliknya.


"Sesuai dengan Jargon UMKM Naik Kelas, sangat membutuhkan kualitas, kuantitas, dan kontinuitas produk," terangnya. (cr7)

 

Editor : Amin Surachmad
#naik kelas #Kulon Progo #UMKM