Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Dinkes Kulon Progo Ungkap 10 Kasus Percobaan Bunuh Diri, Beberapa di Antaranya Akibat Gangguan Kejiwaan

Anom Bagaskoro • Rabu, 24 Januari 2024 | 03:02 WIB
FOKUS: Sekretaris Daerah Kabupaten Kulon Progo Triyono (kanan) dan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kulon Progo Sri Budi Utami.
FOKUS: Sekretaris Daerah Kabupaten Kulon Progo Triyono (kanan) dan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kulon Progo Sri Budi Utami.

KULON PROGO - Kasus gangguan jiwa di Indonesia terbilang tinggi. Hal ini tercatat pada Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018.

Disebutkan terdapat gangguan jiwa berat sebesar 7 per mil atau 7 orang mengalami gangguan jiwa berat di antara 1.000 orang lainnya.


Kasus berbeda terjadi di Kulon Progo. Di mana, gangguan jiwa berat di angka 19,37 per mil.

Ini menempatkan Kulon Progo menjadi nomor satu dalam kasus gangguan jiwa, di antara kabupaten lain.


Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kulon Progo Sri Budi Utami mengungkapkan adanya beberapa kasus pemasungan ketika ditanyai awak media di Gedung FRC UGM Selasa (23/1).

Kasus pemasungan orang yang mengalami gangguan kejiwaan pernah terjadi tahun 2020. Ada sebanyak 7 orang.


"Untuk kasus pemasungan dari tahun 2020 mengalami penurunan, hingga tahun 2023, nol kasus," ucap Sri.


Sri mengungkapkan, ada pula kasus percobaan bunuh diri sebanyak 10 kasus di tahun 2023. 

Dari jumlah itu, 5 kasus bunuh diri di mana korbannya tak berhasil diselamatkan. Gangguan kejiwaan menjadi salah satu penyebabnya.


Total 15 kasus tersebut mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya yang berjumlah 14 kasus.

Sri mengungkapkan, percobaan bunuh diri diakibatkan beberapa faktor. Di antaranya, gangguan kejiwaan, depresi, faktor ekonomi, dan faktor masalah keluarga. Namun, sebagian besar motifnya adalah keputusasaan.


Percobaan bunuh diri sering dilakukan oleh orang dengan usia produktif antara 15 sampai 64 tahun.

Beberapa kelompok umur pelajar sering kali mengalami depresi yang berujung percobaan bunuh diri.

Sri sempat menjelaskan, pada 2023 terjadi kasus seorang pelajar yang mengakhiri hidupnya dengan melompat ke arah kereta api.


"Kelompok pelajar, biasanya sering mengalami gangguan jiwa ringan, seperti depresi dan kecemasan berlebihan," ucap Sri.


Secara menyeluruh, Sri mengungkapkan adanya kemungkinan peningkatan gangguan jiwa di masyarakat.

Hal ini terjadi karena tatanan sosial yang semakin kompleks. Ia juga sempat menyoroti kasus bullying yang bisa menimbulkan gangguan kejiwaan pada pelajar.


Selama ini Dinas Kesehatan Kulon Progo sangat fokus pada pencegahan gangguan kejiwaan.

Pencegahan gangguan kejiwaan dilakukan dengan menggunakan assessment yang dilakukan di sekolah-sekolah Kulon Progo.


Senada dengan Sri, Sekretaris Daerah Kabupaten Kulon Progo Triyono mengungkapkan, Pemkab Kulon Progo tak hanya melakukan kegiatan pencegahan. Pemkab juga melakukan optimalisasi fasilitas dan tenaga kesehatan.


"Beberapa puskesmas bisa menangani kasus gangguan jiwa ringan,"ucap Triyono.


Untuk kasus gangguan jiwa berat akan dilakukan pemantauan langsung di RSUD Wates. Psikiater di rumah sakit mampu menjawab masalah gangguan jiwa di daerah Kulon Progo. (cr7)

Editor : Amin Surachmad
#Kulon Progo #bunuh diri #gangguan jiwa