Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

BPBD Kulon Progo Catat 53 Kasus Longsor dan Pohon Tumbang Akibat Siklon Anggrek

Anom Bagaskoro • Selasa, 23 Januari 2024 | 01:14 WIB
BERSIHKAN: Alat berat memindahkan material longsoran.
BERSIHKAN: Alat berat memindahkan material longsoran.

KULON PROGO - Siklon Anggrek melanda DIY sejak 19 Januari 2024. Wilayah Kulon Progo selama tiga hari terdampak hujan dengan intensitas cukup tinggi.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kulon Progo mengungkapkan terdapat 53 kasus longsor dan pohon tumbang.


"Ada 53 kasus berupa longsor dan pohon tumbang," ucap Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kulon Progo Taufik Prihadi, ketika ditemui Radar Jogja di ruang kerjanya, Senin (22/1).


Taufik menjelaskan, data tersebut berdasarkan jumlah laporan yang masuk ke BPBD.

Dari 53 kasus, sebagian besar merupakan kejadian yang sulit ditangani oleh masyarakat.

Di mana, peran BPBD sangat krusial. Terlebih kejadian longsor atau pohon tumbang yang membutuhkan alat berat.


Taufik mencontohkan dua kasus longsor yang terjadi pada Minggu (21/1). Dua kasus longsor itu terjadi di Kapanewon Girimulyo dan Kapanewon Kokap.

Di mana, tidak bisa dievakuasi dengan cara manual, perlu alat berat excavator.


"Hari ini beberapa alat telah diterjunkan untuk mengatasi longsoran," ucap Taufik.

Tak hanya itu, Taufik juga mengungkapkan, beberapa pohon tumbang sampai memutus akses warga selama tiga hari yang lalu.

Namun, menurutnya pohon tumbang relatif bisa ditangani lebih cepat. BPBD Kulon Progo telah menerjukan beberapa alat chainsaw untuk mengatasi itu.


"Kendala pada penanganan longsoran, yang membutuhkan alat berat," ucap Taufik.


Pada penanganan longsoran, Taufik mengungkapkan, adanya kendala.

Ia menjelaskan, tahap mobilisasi alat berat menjadi kendala tersendiri. Sebab, mayoritas lokasi longsor ada di daerah perbukitan sehingga membutuhkan waktu untuk mobilisasi.


Dalam penanganan bencana seperti longsor dan pohon tumbang, BPBD Kulon Progo juga melakukan kolaborasi dengan masyarakat dan beberapa pihak terkait.

Kolaborasi dimungkinkan untuk mempercepat proses evakuasi.


Menurut pantauan BMKG, siklon anggrek masih belum berakhir. BPBD Kabupaten Kulon Progo mengimbau warga waspada adanya angin kuat, berpotensi merobohkan pohon.

Untuk itu, diperlukan inisiatif masyarakat untuk melakukan pemangkasan dahan pohon yang mudah patah jika cuaca kondusif.


Selain itu, Taufik menambahkan, potensi longsor bagi masyarakat yang tinggal sekitaran tebing.

Ia meminta masyarakat lebih waspada. Khususnya, bila terjadi hujan dengan intensitas tinggi dan berlangsung lama. Lebih baik menjauhi area yang berpotensi longsor. (cr7)

 

Editor : Amin Surachmad
#siklon #anggrek #Tanah Longsor #DIY