KULON PROGO - Target penurunan stunting pada 2024 sebesar 14 persen. Target ini digalakkan oleh Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN).
Untuk mewujudkannya, BKKBN selenggarakan Kegiatan Sosialisasi dan KIE Program Bangga Kencana di Kompleks Kawasan Kuliner Watumurah, Kalurahan Pendoworejo, Kapanewon Girimulyo, Kabupaten Kulon Progo, Minggu (21/1).
Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan, sikap, dan perilaku keluarga terhadap Program Bangga Kencana.
Selain itu, acara ini juga berkaitan pada penurunan angka stunting dengan memastikan setiap stakeholders baik pusat dan daerah untuk saling bekerja sama.
Hadir dalam acara itu Bupati Kulon Progo periode 2011-2019 Hasto Wardoyo, yang kini menjabat sebagai kepala BKKBN.
Hasto mengungkapkan pentingnya pengetahuan terkait stunting.
Hasto menjelaskan definisi stunting yang mudah dicerna oleh masyarakat. Ia mengungkapkan, stunting cirinya adalah pendek, kurang pintar, dan mudah terkena sakit.
"Pendek belum tentu stunting, ada beberapa faktor lain juga," ucap Hasto.
Mantan bupati ini juga mengungkapkan tiga faktor anak bisa terkena stunting. Pertama, makanan yang dikonsumsi kurang atau air susu ibu (ASI) tidak tercukupi kebutuhannya.
Kedua, kurang gizi. Ketiga, pola makan.
Hasto juga menekankan, waktu efektif bayi berkembang antar 0 hingga 24 bulan.
Bayi harus dicukupi dengan protein yang tinggi. Peran ibu menyusui juga sangat penting.
Sebab, ASI mengandung asam lemak yang membantu perkembangan otak anak.
Selain Hasto, kegiatan itu dihadiri Ketua DPRD Kabupaten Kulon Progo Akhid Nuryati.
Dalam sambutannya, Akhid menyoroti pentingnya pengetahuan terkait stunting. Ia juga mencermati peran Pemerintah Kabupaten Kulon Progo dalam mengentaskan masalah stunting.
Akhid menjelaskan jika stunting tidak segera teratasi akan sangat berpengaruh pada generasi masa depan.
"Kita punya SDA (sumber daya alam) luar biasa banyak. Tetapi, ini juga harus didukung oleh SDM (sumber daya manusia) yang terbebas dari stunting," ucap Akhid. (cr7)
Editor : Amin Surachmad