Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Dikelilingi Bukit dan Rawan Longsor, Kolaborasi FPRB dengan YEU Ciptakan Desa Tangguh Bencana yang Inklusif di Purwosari

Anom Bagaskoro • Senin, 22 Januari 2024 | 00:02 WIB
PUNCAK: Gladi Lapang Kesiapsiagaan Bencana di DIY yang merupakan kolaborasi FPRB dan YEU di Lapangan Bola Voli Penggung, Kalurahan Purwosari, Kapanewon Girimulyo, Kabupaten Kulon Progo, Sabtu (20/1).
PUNCAK: Gladi Lapang Kesiapsiagaan Bencana di DIY yang merupakan kolaborasi FPRB dan YEU di Lapangan Bola Voli Penggung, Kalurahan Purwosari, Kapanewon Girimulyo, Kabupaten Kulon Progo, Sabtu (20/1).

KULON PROGO - Warga berkumpul di Lapangan Bola Voli Penggung, Kalurahan Purwosari, Kapanewon Girimulyo, Kabupaten Kulon Progo, Sabtu (20/1). 

Mereka mengikuti Gladi Lapang Kesiapsiagaan Bencana di DIY. Kegiatan ini merupakan puncak rangkaian pendampingan desa tanggap bencana.


Selama dua tahun, Forum Pengurangan Resiko Bencana (FPRB) dan Yakkum Emergency Unit (YEU) melakukan pendampingan desa tanggap bencana di Kalurahan Purwosari.

Kolaborasi ini dilakukan agar menciptakan masyarakat yang siap melakukan penanganan dini terhadap kejadian bencana.


Kalurahan Purwosari memiliki wilayah yang dikelilingi bukit sehingga rawan longsor.

Selain itu, terdapat ancaman lain seperti angin kencang yang mampu menumbangkan pohon.

Beberapa aspek ini yang membuat Purwosari membutuhkan wawasan mengenai kesiapsiagaan bencana.


Ketua FPRB Kabupaten Kulon Progo Sunardi mengungkapkan, pembangunan desa tangguh bencana sangat diperlukan.

Khususnya, di seputaran wilayah Kalurahan Purwosari yang memiliki kondisi geografisnya berbukit.


"Sudah cukup lama pendampingan dilakukan, dan ini hanya acara puncaknya saja," ucap Sunardi.

Pendampingan masyarakat itu juga melibatkan pihak lain. Di antaranya, BPBD Kabupaten Kulon Progo, Koramil Girimulyo, Polsek Girimulyo, dan Pemerintah Kalurahan Purwosari.

Keberadaan mereka berfungsi untuk mengoptimalkan reaksi tanggap bencana.


Tak hanya pendampingan, kolaborasi antara FPRB dan YEU dalam merencanakan skenario, pembuatan rencana kontijensi, dan gladi kotor.

Adanya kegiatan yang dilakukan jauh-jauh hari ini untuk memastikan setiap aspek dalam menciptakan desa tanggap bencana yang inklusif.


Pendamping Masyarakat YEU Feri mengungkapkan, kegiatan ini tak hanya memberikan materi kepada masyarakat. Namun, juga memberikan gambaran bagi masyarakat melalui simulasi. 


Feri memuji masyarakat Purwosari yang sudah mengenal tanggap bencana. Terlebih, masyarakat Purwosari menyambut baik kegiatan ini.


"Dalam penanggulangan bencana perlu peran kolaborasi banyak pihak. Harapannya dengan adanya kegiatan ini, masyarakat mampu melakukan kesiapsiagaan terhadap bencana," imbuh Feri. (cr7)

 

Editor : Amin Surachmad
#kesiapsiagaan bencana #tanggap bencana #rawan longsor