Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Tak Hanya Main Air, Juga Bisa Teliti Burung, Desa Jatimulyo, Berbagai Objek Wisata Berkumpul Dalam Satu Desa

Anom Bagaskoro • Minggu, 21 Januari 2024 | 14:45 WIB
Salah satu warga yang bekerja sebagai petugas retribusi di Kedung Pedut.
Salah satu warga yang bekerja sebagai petugas retribusi di Kedung Pedut.

RADAR JOGJA - Desa Wisata Jatimulyo, Kapanewon Girimulyo, terletak di lereng perbukitan Menoreh. Desa ini menawarkan keanekaragaman hayati, geodiversitas, dan budaya yang memikat. Tak hanya itu, desa ini sangat menjunjung tinggi kelestarian lingkungan dan kearifan lokal.

Namun di balik wisata yang memikat, Jatimulyo pernah dianggap sebagai wilayah terpencil. Mata pencaharian warga sebelum adanya wisata hanya mengandalkan pada hasil perkebunan. Seperti, kopi dan cengkeh. "Dulu wilayah ini termasuk terpencil, warga hanya mengandalkan hasil kebun, seperti kopi dan cengkeh," ucap Sekertaris Desa (Carik) Jatimulyo, Mardiyanta ketika ditemui tim Radar Jogja di ruang kerjanya, Kamis (18/1).

Sudah jadi barang lumrah jika mendengar Jatimulyo sebagai surganya wisata alam. Letak geografis, yang berbukit dan dikelilingi sumber air, menjadikan Jatimulyo kaya dengan destinasi wisata air.

Taman Sungai Mudal, Air Terjun Kembangsoka, dan Air Terjun Kedung Pedut menjadi favorit wisatawan domestik, maupun mancanegara. Untuk bisa menikmati keindahan wisata air di Jatimulyo, anda cukup merogoh uang sebesar Rp 11 ribu, rata-rata untuk satu objek wisata.

Objek wisata Kedung Pedut, menawarkan beberapa keunggulan seperti kolam dengan air jernih, wahana flying fox, dan tempat berswafoto. Anda cukup membayar Rp 11 ribu untuk mencicipi  keasyikan berwisata air disini.

Selanjutnya, Air Terjun Kembangsoka. Air terjun yang dahulunya dipenuhi pohon soka ini, memiliki kolam air yang cukup besar. Kolam air alami berasal dari aliran dua air terjun yang bertemu menjadi satu. Biaya masuk sama seperti Kedung Pedut sebesar Rp 11 ribu.

Beralih ke Sungai Mudal, menjadi salah satu favorit wisatawan yang berkunjung di Jatimulyo. Objek wisata ini menawarkan kolam air alami, air terjun dan beberapa tempat outbond maupun camping. Untuk masuk, hanya dikenakan tarif Rp 10 ribu."Keunggulan Jatimulyo terletak pada wisata alamnya, khususnya wisata air", ucap Mardiyanta

Mardiyanta mengungkapkan potensi wisata air di Jatimulyo bisa terus digali. Dengan adanya sungai di sekitar desa bisa dimanfaatkan secara optimal.  Ia juga mengungkapkan, selain wisata air, Jatimulyo menawarkan wisata alam, sekaligus sejarah di Goa Kiskendo. Goa Kiskendo menawarkan keindahan stalakmit dan stalaktit. Terlebih di depan goa terdapat relief yang mengandung cerita rakyat mengenai asal usul goa ini. "Pada 2014, kami memulai kegiatan pelestarian burung," tambah Mardiyanta.

Ia menjelaskan adanya pelestarian burung semakin menarik wisatawan. Tak hanya itu, beberapa peneliti rela datang, untuk meneliti pelestarian burung di Jatimulyo. Wilayah ini juga dianugrahi sebagai desa wisata mandiri, tak lepas dari peran serta masyarakat. Masyarakat Jatimulyo ikut serta dalam pengelolaan. Sehingga masyarakat juga merasakan manfaatnya, terlebih pada ekonomi."Pengelolaan wisata dilakukan oleh masyarakat," ucap Mardiyanta.

Senada dengan pernyataan Mardiyanta. Kepala Bidang Pemberdayaan Dinas Pariwisata Kabupaten Kulon Progo, Sari Wulandari ketika ditemui tim Radar Jogja, kamis (18/1) mengungkapkan adanya peran aktif masyarakat sangat membantu pengelolaan wisata. Terlebih masyarakat Jatimulyo sangat mengerti dengan potensi daerahnya.

Sari sangat mengapresiasi keberadaan masyarakat Jatimulyo. Ia juga mengungkapkan bahwa Dinas Pariwisata Kulon Progo akan mendukung kegiatan pariwisata di daerah tersebut. "Tentu kami dukung, terlebih Jatimulyo memiliki sisi keindahan yang semua orang harus tahu," ucap Sari. (cr7/pra)

Editor : Satria Pradika
#Objek Wisata #menoreh #taman sungai mudal