KULONPROGO - Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X meresmikan Monumen Bedhol Desa Sermo, Senin (15/1).
Peresmian dilakukan di area prasasti seputaran lahan parkir Waduk Sermo, Kalurahan Hargowilis, Kapanewon Kokap, Kabupaten Kulon Progo.
"Sudah terlalu lama sebenarnya, namun tidak ada salahnya mengenang pengorbanan mereka," ucap Sri Sultan Hamengkubuwono X.
Prasasti Bedhol Desa Sermo merupakan pengingat bagi masyarakat Kulonprogo dan sekitarnya, tentang pengorbanan warga Sermo.
Sebelum adanya waduk, warga asli Sermo tinggal dan beraktivitas diseputaran wilayah yang saat ini sudah tergenang air waduk.
Waduk yang dibangun tahun 1994 hingga 1996 ini membuat 102 warga asli Sermo berpindah tempat tinggal.
Warga yang melakukan perpindahan diakomodasi dengan program bedhol desa tahun 1990.
Pengorbanan warga Sermo kala itu, sangat membantu bagi seluruh masyarakat Kulonprogo, bahkan DIY.
Waduk Sermo menyuplai air bersih dan menjamin pasokan air untuk irigasi pertanian. Terlebih fungsi bendungan sendiri untuk mengurangi dampak banjir.
Usai peresmian Sri Sultan Hamengkubuwono X mengungkapkan bahwa prasasti sebagai wujud memenuhi aspirasi warga yang dulu pernah tinggal di sini.
Ia juga menyatakan bahwa walaupun sudah transmigrasi warga Sermo tetaplah warga Jogja.
"Memenuhi aspirasi mereka yang sudah berada di Bengkulu, sebagai kenangan bahwa mereka adalah warga dari Jogja," ujar Sri Sultan Hamengkubuwono X.
Sejalan dengan pernyataan Gubernur DIY. Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Kulonprogo Joko Mursito memastikan adanya prasasti untuk mengenang pengorbanan warga sermo.
Ia juga menambahkan kegunaan prasasti berfungsi untuk mewarnai dan menambah indah objek pariwisata.
"Prasasti menambah warna dan aksen, masyarakat bisa berswafoto sekaligus mengenang pengorbanan warga asli Sermo," ucap Joko Mursito. (cr7)
Editor : Amin Surachmad