Mengajak berwisataria dengan orang-orang yang memiliki anggota tubuh lengkap, mungkin hal yang biasa. Tapi, jika mampu membawa para disabilitas bisa menikmati destinasi wisata, ini yang luar biasa. Itu lah inovasi yang dilakukan Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Kulon Progo Joko Mursito, SSn.,MA. Inovasi ini, diberi nama Laku Wirasa (Layanan Kulon Progo Wisata Ramah Disabilitas)
KEPALA Dinas Pariwisata Kabupaten Kulon Progo, terus berinovasi layanan kepariwisataan. Setelah program Sambang Kulon Progo (Sambanggo) yang berbuah penghargaan dari Apresiasi Pemerintah Daerah Indonesia 2023 kategori Pembangunan Sosial Berkelanjutan, saat ini Joko Mursito mengembangkan inovasi Layanan Kulon Progo Wisata Ramah Disabilitas (Laku Wirasa).
“Laku Wirasa merupakan sebuah inovasi kami, agar layanan kepariwisataan yang ada di Kabupaten Kulon Progo bersifat inklusif, dapat dinikmati oleh seluruh kalangan, termasuk para penyandang disabilitas,” kata Joko Mursito.
Begitu dilaunching, Laku Wirasa mendapat apresiasi dari berbagai pihak, karena sangat bermanfaat, terutama bagi para penyandang disabilitas. Melalui Laku Wirasa, mereka (para penyandang disabilitas) bisa menikmati layanan kepariwisataan yang disediakan Pemerintah Kabupaten Kulon Progo, tanpa harus ke lokasi wisata.
Beberapa hal yang bisa dinikmati para penyandang disabilitas, antara lain ITIC (Inclusive Tourism Information Center), yakni sebuah gedung yang dibangun oleh PT. Bank BPD DIY sebagai bentuk dukungan program Laku Wirasa.
“Dengan hadirnya Program Laku Wirasa ini, masyarakat dapat menikmati layanan kepariwisataan, seperti: Virtual Reality (VR), yaitu sebuah layanan berbasis teknologi, dimana masyarakat dapat melihat video 3D suatu destinasi wisata,” jelasnya.
Tanpa harus berkunjung ke destinasi, melalui VR ini, masyarakat sudah bisa melihat secara 3D dan merasakan seolah olah berada di destinasi wisata. Layanan ini sangat cocok bagi disabilitas yang kesulitan mengunjungi beberapa destinasi yang sulit dijangkau secara fisik, karena mengalami keterbatasan.
Dalam ITIC juga disediakan buku informasi desa wisata Kulon Progo yang ditulis dengan huruf braile, sehingga memungkinkan masyarakat yang mengalami kesulitan pandangan, dapat membaca informasi wisata dengan membaca buku tersebut.
Dalam ITIC juga disediakan audio bagi masyarakat yang membutuhkan informasi dengan suara. Untuk mendukung promosi dan sosialisasi Laku Wirasa ini, Joko Mursito juga membuat Jingle Laku Wirasa, Tari Laku Wirasa, Batik Laku Wirasa, Fashion Show difable, Fam Trip Difable.
Sebelum inovasi Laku Wirasa dan Sambanggo, Joko Mursito juga telah membuat beberapa inovasi, antara lain Wayang Wisata Istimewa (WWI), yakni sebuah kreasi pertunjukan yang merupakan kolaborasi antara pentas wayang dipadukan tarian tradisional angguk, multimedia, musik, dan ketoprak dan dagelan.
WWI diciptakan sebagai media promosi, publikasi program-program pariwisata, dan menjadi ikon baru pertunjukan dari Kabupaten Kulon Progo. Inovasi sebelumnya, juga ada pertunjukan Sendratari Sugriwa Subali yang dipentaskan di destinasi wisata sebagai sendratari ikon baru di destinasi wisata yang diangkat dari kearifan lokal, dilakukan oleh masyarakat Kulon Progo dan dipentaskan di Taman Wisata Goa Kiskendo Kulon Progo.
Joko Mursito juga membuat inovasi Menoreh Food Festival, yakni sebuah inovasi program dalam bentuk kompetisi kuliner sebagai upaya mendorong kreasi kuliner yang ada di Kabupaten Kulon Progo, dengan melibatkan pelaku wisata dan pelaku usaha jasa pariwisata di Kabupaten Kulon Progo.
Dihadirkan pula inovasi paralayang wisata yang dibuka di Desa Wisata Banjarasri. Inovasi ini, untuk menambah atraksi wisata yang ada di Kabupaten Kulon Progo. Ada pula, inovasi Rally Foto Konservasi, yakni sebuah kegiatan kompetisi fotografi dengan tema konservasi, khususnya konservasi burung yang digelar di Desa Wisata Jatimulyo.
Inovasi ini, selain untuk tujuan wisata bagi para penggemar fotografi, sekaligus sebagai media promosi desa wisata, dan melestarikan alam. Juga ada Klasik Progo World Class River, yakni pengenalan olahraga rafting (arung jeram) yang di laksanakan di Sungai Progo.
Menurut Joko Mursito, semua inovasi layanan tersebut bisa berjalan, karena didukung suluruh pihak, didukung penuh oleh Gubernur DIY melalui Danais DIY, Bupati Kulon Progo, OPD-OPD, organisasi, akademisi, lembaga kepariwisataan, para pelaku wisata, dan seluruh masyarakat. “Tentu, semua inovasi ini bisa berjalan, karena didukung oleh semua pihak. Karena itu, kami mengucapkan terima kasih kepada Gubernur DIY, Bupati Kulon Progo, OPD-OPD, para akademisi, lembaga kepariwisataan, organisasi, pelaku wisata, dan seluruh masyarakat,” kata Joko Mursito (*/tom/ila)