RADAR JOGJA - Manajer Humas PT KAI Daop 6 Jogjakarta Krisbiyantoro akui ada kendala dalam evakuasi gerbong KA Argo Wilis dan KA Argo Semeru.
Penyebabnya adalah sejumlah gerbong Argo Semeru yang berserakan pasca tertemper KA Argo Wilis. Target awal evakuasi satu jalur rampung 21.00 WIB tidak berjalan sesuai prediksi.
Fokus utama evakuasi adalah membuka satu jalur trek ganda tersebut. Tujuannya agar perlintasan tetap bisa dilalui oleh KA dari arah Jawa Timur maupun DKI Jakarta dan Jawa Barat.
Namun, tak berjalan sesuai rencana karena terkendala gerbong KA Argo Wilis yang ikut anjlok pasca evakuasi lokomotif.
“Caranya mengangkat kereta api yang anjlok yaitu 9 rangkaian kereta terdiri dari 8 kereta eksekutif dan 1 compartemen dan satu juga yang di depan di jalur hulu dari kereta api Argo Wilis ada satu. Setelah tadi dilepas lokonya malah menjadi anjlok juga,” jelasnya ditemui di lokasi kecelakaan di Stasiun Kalimenur Kulonprogo, Selasa malam (17/10).
Evakuasi, lanjutnya, mengutamakan KA Argo Semeru. Targetnya agar gerbong yang berserakan bisa berdiri dan kembali ke lintasan rel. Setelahnya akan dipulihkan secara bertahap untuk jalur perlintasan arah Timur maupun Barat.
Terkait kerusakan, pihaknya belum bisa memastikan detilnya. Namun terdampak utama adalah rusaknya lintasan rel kereta. Terlebih gerbong KA Argo Semeru yang berserakan pasca anjlok dan tertemper KA Argo Wilis.
“Untuk yang jalur digunakan KA Argo Semeru tentu saja mengalami kerusakan dan itu nanti bila kereta api sudah dievakuasi di atas rel tetep jalur itu akan diperiksa lebih lanjut, mengingat bentuk jatuhnya kereta api berserakan, itu akan mengakibatkan juga jalur atau trek akan berubah konstruksinya,” katanya.
Pihaknya juga telah memeriksa para masinis. Terutama masinis KA Argo Semeru yang mengalami peristiwa anjlok. Namun Krisbiyantoro belum bisa memaparkan hasil pemeriksaan sementara.
Di satu sisi, dia menjabarkan detil kecelakan berdasarkan laporan lapangan. Dia memastikan kondisi kedua KA sangat laik jalan.
Bahkan, KA Argo Semeru yang berangkat dari Stasiun Tugu Jogjakarta juga dalam kondisi prima dan normal.
“Kronologi kejadian tentu saja dari pukul sebelum 13.15 semua kereta api di pusat pengendali mengatakan normal tidak ada masalah begitu pukul 13.15 mendapat laporan dari masinis bahwa KA Argo Semeru di petak jalan Sentolo Wates KM 520 +4 ini terjadi anjlokan memang tiba-tiba sekali,” ujarnya.
Masinis KA Argo Wilis, lanjutnya, juga telah melakukan upaya pengereman. Namun tetap saja menemper KA Argo Semeru yang telah anjlok. Alhasil tabrakan kedua rangkaian tak terhindarkan. Terlihat dari lokomotif KA Argo Wilis yang rusak pada sisi depannya.
“Ya, betul sekali Wilis sudah maksimal itu mengupayakan untuk bisa berhenti. Tetapi karena kereta api kan mempunyai kekhususan, tidak bisa berhenti mendadak, tetap luncuran itu akan terjadi,” katanya. (dwi)