RADAR JOGJA - Potensi tanaman buah melinjo di Dusun Namberan, Desa Karangasem, Kecamatan Paliyan, Gunungkidul sangat besar. Hampir setiap pekarangan penduduk ada tanaman melinjo. Pada musim panen, buah melinjo sudah matang banyak yang jatuh. Namun seringkali dibiarkan dan tidak dimanfaatkan oleh masyarakat.
Memang, harga jual buah melinjo mentah hanya berkisar antara Rp2.000 hingga Rp3.500 per kilogram. Harga ini tidak sebanding dengan kerumitan dalam proses panen buah melinjo. Sehingga masyarakat enggan mengolah dan akhirnya hanya membiarkannya berserakan.
Melihat itu, sekelompok mahasiswa UGM mengambil inisiatif mengenalkan metode pengolahan cerdas terintegrasi untuk mengolah buah melinjo menjadi produk emping yang lezat. Sehingga bisa menaikkan nilai.Pengolahan buah melinjo menjadi emping aneka rasa buah tropis dilakukan dengan pelapisan permukaan atau coating emping dengan varian rasa mangga, nanas, jeruk, dan rasa buah lainnya.”Dengan demikian, dihasilkan rasa emping yang gurih dan asin berbaur rasa buah,” ujar Lukman Yulianto, mahasiswa Program Studi Teknik Kimia yang tergabung dalam salah satu kelompok Program Kreativitas Mahasiswa bidang Pengabdian Masyarakat (PKM-PM),(17/10/23).
Pemberdayaan masyarakat di Dusun Namberan ini telah memberikan dampak positif bagi warga. Produk yang diberi nama Namping (Namberan Emping) dijual dengan harga sekitar Rp 25.000 per 100 gram. Dengan begitu, manfaat ekonomi dapat dicapai.Masyarakat desa Namberan dapat mengembangkan produk namping ini secara komersial.Sehingga melinjo yang awalnya hanya berserakan tanpa diolah kini sudah diolah menjadi produk emping aneka rasa buah tropis."Harapannya masyarakat semakin sejahtera dengan ekonomi meningkat dengan pengolahan melinjo ini,” imbuhnya.
Selain kegiatan mengolah buah melinjo, warga juga diberi edukasi pengelolaan dan perawatan pohon melinjo. Mulai dari pemupukan hingga panen. Kemudian pengemasan produk setelah diolah dan pelatihan desain produk serta pelatihan pemasaran menggunakan e-commerce.
Selain Lukman, tim ini juga beranggotakan Fayza Putri Nurzakiah (Farmasi), M imam (Kehutanan), Putri Sall Sabila (TPHP), dan Umar Abdul Azis Susilo Rahmad Wibowo (Psikologi). Mereka di bawah bimbingan Ir Adriana. (lan/din).
Editor : Satria Pradika