Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Rapat Paripurna Hari Jadi Ke-72 Kulon Progo, Semua Rangkaian Acara Gunakan Bahasa Jawa

Hendri Utomo. • Senin, 16 Oktober 2023 | 18:19 WIB
SATU SEMANGAT : Rapat Paripurna Peringatan Hari Jadi Ke 72 Kabupaten Kulon Progo Tahun 2023 dihelat di Gedung DPRD setempat, kemarin (15/10)
SATU SEMANGAT : Rapat Paripurna Peringatan Hari Jadi Ke 72 Kabupaten Kulon Progo Tahun 2023 dihelat di Gedung DPRD setempat, kemarin (15/10)

RADAR JOGJA - Rapat Paripurna Peringatan Hari Jadi Ke 72 Kabupaten Kulon Progo Tahun 2023 dihelat di Gedung DPRD setempat, Minggu (15/10). Mengangkat tema Manunggal Karsa, Nawung Kridha, Anggayuh Mulya semua menyamakan tekad dan semangat melaksanakan tugas dengan kesungguhan atau hati yang bersih untuk memperoleh kemuliaan.

 

Rapat Paripurna dihelat pukul 09.00 dan dihadiri langsung Pj Bupati Kulon Progo Ni Made Panti Indrayanti, Kepala OPD, Forkopimda dan sejumlah tamu undangan. Semua mengenakan pakaian adat Jogjakarta.

Acara dibuka dengan penyampaian sejarah singkat Kabupaten Kulon Progo dengan menggunakan bahasa Jawa, seluruh rangkaian acara juga disampaikan menggunakan bahasa Jawa.

Ketua DPRD Kabupaten Kulon Progo Akhid Nuryati SE mengatakan, ada pesan dan harapan kuat pada tema Hari Jadi Ke 72 Kulon Progo tahun ini. Intinya menyatukan visi Kulon Progo dalam satu tujuan berdasarkan niatan suci dan bersih serta dilaksanakan dengan penuh semangat gotong royong.

"Seperti disampaikan Bu Pj Bupati dalam sambutan tadi, intinya kolaboratif dalam menyelesaikan apa saja yang belum tercapai di Kulon Progo. Tujuan atau muaranya satu yakni kesejahteraan atau kemuliaan masyarakat Kulon Progo yang utuh," ucapnya.

 

Terkait tema tersebut, Akhid mengajak seluruh elemen masyarakat khususnya eksekutif (Pemkab Kulon Progo) beserta seluruh jajaran ASN tak terkecuali anggota DPRD Kulon Progo untuk hikmat memaknai dan menjalankan slogan atau tema Hari Jadi tahun ini.

"Jika boleh disebut masih ada yang belum dan sudah terselesaikan bisa segera ditarik benang merahnya, kemudian muncul solusi secara menyeluruh agar tema Hari Jadi kali ini bisa terwujud dengan baik," tegasnya.

 

Secara teknis, sambung Akhid, Pemkab (Pj Bupati Kulon Progo) memiliki instrumen untuk melakukan evaluasi kinerja jajarannya. Sementara DPRD Kulon Progo juga memiliki instrumen evaluasi sekaligus mitigasi. Eksekutif dan legislatif harus berkolaborasi dalam hal (Nawung Kridha, Manunggaling Karso) itu tadi.

"Jadi kolaborasi itu bisa terjadi, gotong royong membangun Kulon Progo jalan semestinya, dan bersama sama kita membuka harapan untuk kejayaan Kulon Progo ke depan," ungkapnya.

 

Ditambahkan, menjelang akhir periode 2019-2024, DPRD Kulon Progo melalui Rencana Kerja (Renja) tahunan juga memiliki target. Apa yang dilakukan harus meninggalkan jejak yang jelas baik untuk kemaslahatan warga Kulon Progo. Periode sebelumnya (2014-2019) DPRD juga sudah menorehkan tiga jejak besar yang baik.

"Periode 2019-2024 juga harus meninggalkan jejak yang baik, salah satunya aplikasi E-Partner sebagai sistem keterbukaan informasi yang kami luncurkan hari ini," imbuhnya.

 

Terkait penganggaran, sesuai cita-cita tanggal 12 Agustus 2024, P (Perubahan) APBD 2024 sudah selesai, sehingga masyarakat tidak perlu terganjal karena masa akhir periode 2019-2024. P APBD 2024 selesai dengan baik, di tahun 2023 ini kami juga harus selesaikan APBD Murni 2024 secara baik. "Itu di bidang penganggaran," ucapnya.

 

Sementara terkait regulasi, DPRD Kulon Progo juga coba mengevaluasi beberapa regulasi. Salah satunya Perda KTR. Perda KTR ini kami paham bakal menjadi isu strategis bagi media.

 

"Ini jelas seksi, maka dengan peluncuran perangkat baru (E-Partner) tadi kami akan serap apa sebetulnya keinginan masyarakat. Tentunya Perda KTR tetap, namun perlu ada beberapa hal yang perlu direview agar bisa lebih bermanfaat bagi masyarakat," ungkapnya.

 

Pj Bupati Kulon Progo Ni Made Panti Indrayanti mengaku optimis Kulon Progo ke depan akan semakin bergairah, bangkit bersama dukungan masyarakat. Kulon Progo harus terus memiliki semangat baru, niat untuk berdaya saing tinggi dalam menghadapi tantangan zaman.

"Bersama dan gotong royong, mari majukan Kulon Progo menjadi wilayah DIJ yang siap bersaing dan berkompetisi dengan wilayah lain di DIJ," ajaknya.

 

Ni Made tidak memungkiri, Kulon Progo masih menjadi salah satu wilayah dengan tingkat kemiskinan yang masih tinggi. Namun kenyataan itu lebih tepat diposisikan sebagai tantangan, bukan kemudian menyerah tidak bisa diselesaikan. Hanya saja, syaratnya yakni kebersamaan dalam mengatasi permasalahan yang ada di lapangan.

Terlebih, secara teritorial Kulon Progo sangat bagus, banyak program strategis nasional yang hadir di Kulon Progo. Semua itu harus bisa ditangkap dengan baik, masyarakat tidak boleh hanya menjadi penonton," ungkapnya.

 

Sejauh ini, Kulon Progo terus menyiapkan SDM juga infrastruktur pendukungnya dalam menghadapi semua perkembangan Kulon Progo ke depan. Kelanjutan pembangunan kawasan ekonomi berbasis ekonomi lokal juga harus jalan.

"Program strategis tidak mungkin berhenti, terus jalan, sepanjang semua memegang komitmen rencana yang sudah dibuat bersama, jadi mari kita semua menyamaan niat memajukan Kulon Progo yang lebih baik," katanya. (tom)

Editor : Heru Pratomo
#bupati #pemkab #Kulon Progo #DPRD