KULON PROGO - Pemkab Kulon Progo meluncurkan Program MatahatiKu. Program ini untuk menekan angka stunting di Kulon Progo yang masih tercatat tinggi.
"Kulon Progo sebetulnya tidak tinggi daerah lain, tetapi sesuai dengan data survei, status gizi Indonesia yang muncul adalah angka besar, Kulon Progo menyentuh 15 persen. Walaupun sesungguhnya kalau kita ukur sendiri dengan Pemantauan Gizi Setempat (PGS) itu hanya menyentuh 9,9 persen, " ucap Kepala Dinas Kesehatan Kulon Progo Sri Budi Utami saat launching program tersebut di Kantor Kalurahan Kaliagung, Kapanewon Sentolo, Selasa (10/10).
Launching dilaksanakan langsung Pj Bupati Kulon progo Ni Made Dwipanti Indrayanti di dampingi ketua DPRD Kulon Progo, Forkopimda, Komandan Satuan Radar 215 Congot, dan Komandan Batalyon B Pelopor. Ada pula Kepala Kantor Kementerian Agama Kulon Progo, dan ketua TP-PKK Kabupaten Kulon Progo.
Sri Budi Utami menjelaskan, Bumilku pemantauannya adalah ibu hamil sampai dengan lahir. Aplikasi MatahatiKu memantau sejak anak lahir sampai dengan dua tahun atau diperluas hingga lima tahun.
Ni Made mengapresiasi para inisiator program MatahatiKu sebagai program dan aplikasi untuk menyelesaikan persoalan stunting di Kulon Progo.
Diharapkan, melalui program tersebut, persoalan stunting tidak hanya menjadi tanggung jawab dari pemerintah semata, tapi juga tanggung jawab semua elemen masyarakat.