Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Aplikasi MatahatiKu, Strategi Kulonprogo Tekan Stunting

Hendri Utomo. • Rabu, 11 Oktober 2023 | 10:45 WIB
TEKAN: Pj Bupati Kulon progo Ni Made Dwipanti Indrayanti saat launching Program MatahatiKu di Kantor Kalurahan Kaliagung, Kapanewon Sentolo, Selasa (10/10). (HENDRI UTOMO/RADAR JOGJA)
TEKAN: Pj Bupati Kulon progo Ni Made Dwipanti Indrayanti saat launching Program MatahatiKu di Kantor Kalurahan Kaliagung, Kapanewon Sentolo, Selasa (10/10). (HENDRI UTOMO/RADAR JOGJA)
 

KULON PROGO - Pemkab Kulon Progo meluncurkan Program MatahatiKu. Program ini untuk menekan angka stunting di Kulon Progo yang masih tercatat tinggi.
 
Program inovasi ini merupakan pengembangan dari aplikasi kebanggaan Kabupaten Kulon Progo yakni aplikasi Bumilku (Ibu Hamil Kulon Progo).
 

"Kulon Progo sebetulnya tidak tinggi daerah lain, tetapi sesuai dengan data survei, status gizi Indonesia yang muncul adalah angka besar, Kulon Progo menyentuh 15 persen. Walaupun sesungguhnya kalau kita ukur sendiri dengan Pemantauan Gizi Setempat (PGS) itu hanya menyentuh 9,9 persen, " ucap Kepala Dinas Kesehatan Kulon Progo Sri Budi Utami saat launching program tersebut di Kantor Kalurahan Kaliagung, Kapanewon Sentolo, Selasa (10/10).
 
Baca Juga: Cetak Atlet lewat Lomba Lari Manunggal 2023

Launching dilaksanakan langsung Pj Bupati Kulon progo Ni Made Dwipanti Indrayanti di dampingi ketua DPRD Kulon Progo, Forkopimda, Komandan Satuan Radar 215 Congot, dan Komandan Batalyon B Pelopor. Ada pula Kepala Kantor Kementerian Agama Kulon Progo, dan ketua TP-PKK Kabupaten Kulon Progo.

Sri Budi Utami menjelaskan, Bumilku pemantauannya adalah ibu hamil sampai dengan lahir. Aplikasi MatahatiKu memantau sejak anak lahir sampai dengan dua tahun atau diperluas hingga lima tahun.
 
 
Menurutnya, titik berat permasalahan stunting bukan pada pengobatan, bukan pada saat setelah terjadi stunting, walaupun dalam hal ini harus ada pengendalian setelah terjadi stunting.
 
"Fokus pencegahan bukan pengobatan stunting. Mengapa bersama, karena kita harus bersama-sama, tidak bisa sendiri, gerakkan semua unsur masyarakat upaya pencegahan stunting," jelasnya.

Ni Made  mengapresiasi para inisiator program MatahatiKu sebagai program dan aplikasi untuk menyelesaikan persoalan stunting di Kulon Progo.
 
 
 
"Saya kira ini sejalan dengan apa yang menjadi program strategis bersama, bahwa kita punya dua persoalan yang harus dituntaskan secara bersama-sama secara kolaborasi yakni masalah kemiskinan ekstrim dan stunting," imbuhnya.

Diharapkan, melalui program tersebut, persoalan stunting tidak hanya menjadi tanggung jawab dari pemerintah semata, tapi juga tanggung jawab semua elemen masyarakat.
 
 
Anak-anak yang ada saat ini harus menjadi generasi penerus, hebat, dan generasi emas yang nantinya akan membawa Kulon Progo semakin jaya dan akan menambah perhatian dunia.
 
"Kecerdasan dan kekuatan sumber daya manusia (SDM) Kulon Progo harus meningkat terpercaya," harapnya. (tom)
 
Editor : Amin Surachmad
#Kulon Progo #menekan stunting