Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Pemindahan Lokasi MF 2023 Jadi Sorotan, Pesta Rakyat Tidak Sepatutnya Dikomersilkan

Hendri Utomo. • Rabu, 11 Oktober 2023 | 18:35 WIB
SIAP DIGELAR: Stand pameran dan hiburan sudah mulai didirikan di kompleks Stadion Cangkring Kalurahan Bendungan, Kapanewon Wates, Kulon Progo.HENDRI UTOMO/RADAR JOGJA
SIAP DIGELAR: Stand pameran dan hiburan sudah mulai didirikan di kompleks Stadion Cangkring Kalurahan Bendungan, Kapanewon Wates, Kulon Progo.HENDRI UTOMO/RADAR JOGJA

RADAR JOGJA - Pemindahan even Manunggal Fair (MF) 2023 dari Taman Budaya Kulonprogo (TBK) di Pengasih ke kompleks Stadion Cangkring, mendapat sorotan sejumlah pihak. Lokasi ini dinilai kurang pas dan akan mengganggu pelaku perjalanan. Akses kendaraan sulit dialihkan karena merupakan jalan provinsi bukan jalan kabupaten. “Menutup jalan dan menimbulkan kemacetan juga tidak pas," ucap tokoh masyarakat Kulon Progo Fajar Gegana, Selasa (10/10/23).

Menurutnya, pemilihan lokasi MF seharusnya tetap dipertahankan dengan sisi akses, lebih baik tetap berada di tengah. TBK bagus dan jika alasan pemindahan karena tidak dapat parkir itu bisa diartikan kurangmampunya panitia berkomunikasi dengan pihak lokal.
"Kalau saya lihat ini cuma masalah komunikasi, karena yang punya kewenangan pemerintah desa, cuma kalah cepat komunikasi saja," imbuh mantan wakil Bupati Kulon Progo ini.

Menurutnya, even hari jadi kabupaten ibi juga tidak sepantasnya terlalu dikomersilkan. Sebab notabenenya adalah pesta rakyat. Jika memburu PAD atau komersil mungkin lebih baik mengambil event lain, semisal tahun baru, sehingga lazim menggunakan sistem tiketing. Harga stan juga terlalu mahal, yang masuk justru pebisnis. “Maka perlu diklasifikasikan dan disediakan sendiri dengan tarif murah," ujarnya.

Ketua Panitia MF atau Kulonprogo Expo 2023 Suharyanto tidak menampik turunnya PAD akibat pemindahan lokasi penyelenggaraan tersebut. Sangat mungkin turun. Sebab TBK lokasinya lebih strategis dan berada pusat kota. “Namun kami tetap optimistis sukses dan mampu menyumbang PAD," ucap Dirut Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Aneka Usaha Kulon Progo ini.

MF 2023 akan digelar 13-28 Oktober 2023 mendatang. Alasan pemindahan yakni untuk memberikan rasa nyaman dan aman bagi pengunjung, khususnya saat pengunjung memarkir kendaraan. Sehingga untuk mengatasi masalah tersebut panitia berinisiatif meminjam lahan tanah kas desa (TKD) di sisi utara TBK yang telah disewa SMK Negeri 1 Pengasih.

Pihaknya kemudian mengajukan permohonan izin penggunaan TKD tersebut ke pihak SMK Negeri 1 Pengasih, izin sempat diberikan lewat surat resmi 22 Agustus, namun pada 8 September, kepala SMK Negeri 1 Pengasih kembali berkirim surat yang intinya membatalkan izin penggunaan TKD tersebut.

Isi surat 8 September 2023 yang ditandatangani Kepala SMK Negeri 1 Pengasih itu berbunyi, menindaklanjuti surat tentang pemberian izin pakai lahan KAS desa yang disewa SMKN 1 Pengasih, dengan ini membatalkan izin tersebut dikarenakan PDAU Kulon Progo tidak dapat memenuhi permintaan sesuai hasil rapat koordinasi dengan pengurus komite yang dilaksanakan tanggal 8 Agustus 2023.

Santer beredar kabar, permintaan dimaksud adalah uang sewa penggunaan lahan TKD selama kegiatan berlangsung sebesar Rp 20 Juta. Saat ini TKD Kalurahan Pengasih yang disewa SMKN 1 Pengasih justru akan digunakan untuk Kulon Progo Fair 2023 (Bazar Pasar Rakyat & UMKM) mulai tanggal 6-22 Oktober 2023. "Akhirnya ditetapkan Stadion Cangkring sebagai lokasi penyelenggaraan MF 2023," ungkapnya.

Tahun 2018 Kompleks Stadion Cangkring pernah dijadikan lokasi MF. Panitia memanfaatkan area luar stadion sebagai tempat acara. MF 2023 juga akan memanfaatkan (GOR) Cangkring untuk pameran OPD. Panitia juga akan menggelar panggung hiburan. (tom/din)

Editor : Satria Pradika
#Manunggal Fair #Taman Budaya Kulonprogo #Stadion Cangkring #pesta rakyat