RADAR JOGJA - SDN 1 Pandowan Kapanewon Galur berhasil menjadi juara 1 sekolah Adiwiyata Tingkat Provinsi DIJ Tahun 2022. Capaian itu menjadi alasan kuat bagi Pemkab Kulon Progo merilis program Sekolah Peduli Lingkungan Kulon Progo (Sekilanku). Program itu diresmikan Pj Bupati Kulon Progo Ni Made Dwipanti Indrayanti, kemarin (25/9).
Ni Made mengatakan, program ini memang fokus untuk merubah perilaku peserta didik agar peduli dan ramah terhadap lingkungan. Meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kesadaran masyarakat tentang nilai-nilai lingkungan dan isu permasalahan lingkungan. "Jika tujuan-tujuan tersebut dapat dicapai maka pada akhirnya dapat menggerakan masyarakat untuk berperan aktif dalam upaya pelestarian lingkungan yang berkelanjutan," katanya.
Dijelaskan, sekolah yang menyandang status Adiwiyata di Kulon Progo juga masih sedikit. Data Dinas Pendidikan dan Olahraga ada 509 sekolah di Kulon Progo dan baru 61 sekolah yang mempunyai status Adiwiyata atau baru 12 persen. Belum ada seperempatnya. Ke depan harus bertambah, sehingga mengubah perilaku warga sekolah tanpa terkecuali.”Yakni dalam pengelolaan lingkungan dengan melaksanakan gerakan peduli dan berbudaya lingkungan hidup semakin masif," jelasnya.
Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Kulon Progo Arif Prastowo menambahkan, program Sekilanku merupakan program sekolah dalam menerapkan perilaku ramah lingkungan. Makna filosofinya yakni setiap jengkal lahan di sekolah harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Mengelola apapun yang dihasilkan dari setiap jengkal tanah untuk menjaga lingkungan sekolah. “Menanam pohon dan lainnya," imbuhnya.
Ditegaskan, yang paling penting program Sekilanku yakni menanamkan karakter peduli lingkungan kepada peserta didik. SDN 1 Pandowan bisa menjadi contoh satuan pendidikan lainnya juga seluruh masyarakat di seluruh Kabupaten Kulon Progo. Sekolah ini untuk Kabupaten Kulon Progo. “Harapan kami, kegiatan ini akan menginspirasi sekolah dan masyarakat lain di Kulon Progo," tegasnya.
Kepala SDN 1 Pandowan Sudariyah mengungkapkan, program yang memiliki tujuan utama merubah perilaku generasi agar peduli dan berbudaya lingkungan ini sangat pas. Seluruh stakeholder sekolah juga sepakat menyusun program pengembangan sekolah peduli lingkungan ini dengan menetapkan enam komponen.
Masing-masing pengelolaan sampah, penanaman dan pemeliharaan pohon, kebersihan, fungsi sanitasi dan drainase, konservasi air, konservasi energi, inovasi terkait penerapan perilaku ramah lingkungan hidup di masyarakat. "Program ini menjadi program unggulan sekolah kami terutama perubahan perilaku," ungkapnya. (tom/din)
Editor : Satria Pradika