"Kegiatan kali ini salah satu program Kemenkominfo RI, khususnya di Direktorat Ekonomi Digital Jenderal Aplikasi Informatika, kami punya program transformasi digital di enam sektor strategis, salah satunya pariwisata," jelas Ketua Tim Transformasi Digital Pendidikan, Kesehatan dan Pariwisata, Kemenkominfo Wijayanto, di Desa Wisata Segajih, Hargotirto, Kapanewo Kokap, Rabu (24/5)
Dijelaskan, rangkaian kegiatan adopsi teknologi digital akan dilaksanakan selama dua hari hingga Kamis (25/5). Adapun tahun ini transformasi digital difokuskan untuk homestay. Maka yang disasar adalah pengelola homestay untuk lebih tahu apa itu digitalisasi homestay.
"Tujuan utamanya meningkatkan okupansi atau tingkat kunjungan. Jika tadinya promosi atau informasi hanya dari mulut ke mulut, dengan teknologi digital jangkauannya akan jauh lebih luas," katanya.
Program ini nantinya akan terimplementasi dalam berbagai wujud. Mulai dari pemesanan hingga pembayaran, semua dengan teknologi digital. Selain itu promosi melalui dokumentasi visual. Tujuannya untuk menarik wisatawan.
"Kami menggandeng whouse yang merupakan mitra kami untuk program transformasi digital ini, whouse adalah startup digital di bidang pariwisata," ujarnya.
Kepala Dinas Pariwisata Kulonprogo Joko Mursito menyambut baik program Kemenkominfo. Menurutnya tawaran ini sesuai dengan visi pariwisata Kulonprogo. Kolaboratif berbasis budaya berkelanjutan dan berkelas dunia.
Dengan adanya program ini dia berharap homestay-homestay yang ada di Kulonprogo dapat terus berinovasi. Semakin melek teknologi dan bisa mengikuti perkembangan jaman. Meski diakui olehnya sinyal atau jaringan internet masih menjadi kendala.
"Semoga setelah ini ada jaringan yang dibawa ke perbukitan Menoreh ini sehingga bisa solutif dan itu yang tengah diperjuangkan dengan Kominfo,” katanya. (tom/dwi) Editor : Editor News