Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Nikmati Sego Wiwit di Kaki Bukit Menoreh

Editor Content • Rabu, 26 April 2023 | 20:16 WIB
NIKMAT: Wisatawan menikmati menu sego wiwit sembari menikmati alam sekitar.(ISTIMEWA)
NIKMAT: Wisatawan menikmati menu sego wiwit sembari menikmati alam sekitar.(ISTIMEWA)
RADAR JOGJA - Sego wiwit biasanya ditemukan saat panen padi. Namun di Dapur Sumilir Pendoworejo, Girimulyo, Kulonprogo bisa hadir setiap hari.

HENDRI UTOMO, Radar Jogja, Kulonprogo

SORE Itu, di tengah hamparan tanaman padi yang bergaris pegunungan Menoreh, menawarkan sensasi yang cukup berbeda. Saat bulan puasa, banyak yang menghabiskan waktu di tempat yang syahdu ini, mereka ngabuburit sembari menghirup suasana sejuk segar khas pedesaan.

Tidak hanya panorama alam yang indah, menu makanan yang disajikan juga khas "Ndeso", salah satunya menu Sego Wiwit. Menu ini biasanya menjadi sajian ritual saat menjelang panen padi, tepatnya ketika tanaman padi sudah mulai  menguning.

Tidak heran, menu makanan berbentuk tumpeng dengan pucuk terdapat ronce dari ikan asin, bawang merah dan cabai merah biasanya hanya dibuat saat wiwitan. Tumpeng itu biasanya dilengkapi dengan sayuran dan lauk yang lengkap, ada gudangan, sayur nangka atau kluwih, telur, tempe tahun dan banyak lagi.

Menu makanan yang khas ini bisa dijumpai setiap hari di Dapur Sumilir, bahkan menu itu menjadi menu unggulan kedai makan setempat. Nasi putih dipadu dengan gudangan, sayuran, ikan asin (gereh pethek) dan sambal gepleng, ada sensasi berbeda saat menyantapnya.

"Kami juga punya menu minuman andalan, namanya wedang Jangkruk campuran dari Jahe, Serai, Cengkeh dan Jeruk. Cocok untuk menu buka puasa dan menyehatkan," ucap Pengelola Dapur Sumilir, Awang.

Dijelaskan, banyak pengunjung yang memang memburu sego wiwitan. Menu ini paling dicari, kebanyakan mereka yang ingin mengembalikan romantisme pedesaan sewaktu mereka masih kecil, namun tidak sedikit juga kaum milenial yang memang penasaran dan ingin mengenal menu jaman dahulu ini.

"Selain menu makanan khas, kamu juga menawarkan suasana sejuk segar kawasan pedesaan di kaki perbukitan Menoreh, dan ini memang menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung," jelasnya.

Salah satu pengunjung, Cici Dwi Gia mengungkapkan, harganya juga ramah dikantong, bahkan dengan uang Rp 12 ribu bisa mendapatan menu andalan disini. "Menu makanan lainnya juga ada tadi ada mangut lele, mangut nila, dan yang jelas suasananya ikut menggugah selera," ungkapnya. (din) Editor : Editor Content
#Kulonprogo