Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kulonprogo, Sudarna mengaku senang dengan antusiasme masyarakat yang tinggi. "Pembukaan hari ini banyak sekali yang datang, jam operasional kami kan mulai pukul 2 siang sampai 6 sore. Tapi ini tadi sekitar jam 5 sore hanya menyisakan beberapa paket sembako saja," jelasnya pada Radar Jogja, kemarin (10/4).
Agenda Pasar Ramadan Kulonprogo ini merupakan kolaborasi antara Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kulonprogo dengan Bank BPD Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ) dan juga Bank Kulonprogo. Dengan menghadirkan paket sembako murah seharga 32 ribu akan mendapatkan 2 liter minyak dan 2 kemasan tepung terigu.
Pasar Ramadan Kulonprogo ini dialokasikan untuk 6 kelurahan yang berada di sekitar area Alun-Alun Wates dan sekitarnya. Dengan sistem antrean dua jalur, jalur pembelian dengan kupon dan tanpa kupon.
"Para penerima kupon itu benefitnya mereka dijamin akan mendapatkan sembako. Untuk harganya sama. Sementara yang tanpa kupon harus mengantre dan bisa saja tidak mendapatkan apabila ketersediaan sembako habis," imbuh Sudarna.
Para penerima kupon sendiri dijatah setiap kelurahan yakni 500 kupon. Mereka diseleksi oleh para perangkat kelurahan masing-masing dan harus menyertakan fotokopi KTP sebagai bukti pembelian sembako.
Bank BPD DIJ cabang Wates turut berperan serta dalam penyelenggaraan agenda ini. Pimpinan Cabang Bank BPD DIJ cabang Wates Nur Afan membeberkan keterlibatan dan sumbangsih yang diberikan. "Di Wates sendiri ada sekitar lima titik pasar Ramadan yang dijalankan. Support kami juga dengan menyediakan tenda yang digunakan bagi para tenan UMKM ini dalam menjajakan dagangannya," lontarnya.
Selain itu, Bank BPD DIJ juga memberikan cashback bagi para pembeli sembako yang bertransaksi menggunakan sistem QRIS. "Setiap hari ada seribu paket sembako yang diedarkan, dari bank BPD sendiri. Ada sistem cashback 50 persen maksimal 10 ribu bagi orang-orang yang bertransaksi menggunakan QRIS BPD DIJ. Transaksi tersebut bisa dilakukan setiap hari dengan aturan satu user sekali transaksi setiap hari.
Hal tersebut secara tidak langsung juga sebagai medium adaptasi yang diperuntukkan bagi segenap warga dalam sistem transaksi modern, salah satunya dengan QRIS itu," tambah Nur Afan.
Rismawati, salah satu warga yang merasa terbantu dengan adanya pasar Ramadan Kulonprogo ini. "Tentu saja ini agenda yang bermanfaat dan membantu bagi kami semua," bebernya (cr1/bah) Editor : Editor Content