Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

AIHSP Gandeng Kulonprogo Cegah Zoonosis

Editor Content • Rabu, 8 Februari 2023 | 19:06 WIB
KERJA SAMA: Pertemuan Tim Koordinasi Daerah Pencegahan dan Pengendalian Zoonosis dan Penyakit Infeksius Baru Kabupaten Kulonprogo di Hotel Grand Dafam Signature Temon.(HUMAS KULONPROGO)
KERJA SAMA: Pertemuan Tim Koordinasi Daerah Pencegahan dan Pengendalian Zoonosis dan Penyakit Infeksius Baru Kabupaten Kulonprogo di Hotel Grand Dafam Signature Temon.(HUMAS KULONPROGO)
RADAR JOGJA - Pemkab Kulonprogo bekerjasama dengan Australia melakukan upaya pencegahan dan pengendalian zoonosis secara terpadu. Kerja sama itu terbangun dalam Kemitraan Australia Indonesia untuk Ketahanan Kesehatan atau Australia Indonesia Health Security Partnership (AIHSP).

AIHSP DIJ ini dibentuk oleh Tim Koordinasi Daerah Pencegahan dan Pengendalian Zoonosis dan Penyakit Infeksius Baru Kabupaten Kulonprogo di Hotel Grand Dafam Signature Temon, kemarin (7/2)."Tim ini diharapkan mampu memperkuat sistem komando terpadu pencegahan dan pengendalian zoonosis sekaligus mengantisipasi penularan vektor dan penyakit menular baru muncul di Kulonprogo," ucap Koordinator AISHP Wilayah DIJ Novia Purnamasari.

Dijelaskan, pandemi Covid-19 memberikan pelajaran berharga bagi semua, bahwa manusia dewasa ini sangat rentan penyakit dan infeksi terbaru. Nah, menghadapi hal itu butuh kerja sama lintas sektoral.

Kerja sama ini juga dalam rangka penerapan program advokasi dalam penguatan antara bidang kesehatan hewan dan kesehatan manusia serta pendekatan one health yang mencakup kesehatan manusia, hewan dan satwa liar di Indonesia.

Hal ini sejalan dengan kebijakan Pemerintah Indonesia yang tertuang dalam Permenko PMK Nomor 7 Tahun 2022 komponen kerja AIHSP yaitu meningkatkan kesehatan melalui pendekatan one health. "Kami mengapresiasi Pemkab Kulonprogo yang telah mendukung kerjasama yang terjalin melalui kegiatan pertemuan lintas sektor dan juga diskusi lebih jauh tentang pencegahan dan pengendalian zoonosis secara terpadu," jelasnya.

Ditambahkan, Kabupaten Kulonprogo dan Gunungkidul ditetapkan menjadi dua kabupaten prioritas program AIHSP di DIJ. Zoonosis adalah penyakit yang dapat menular dari hewan kepada manusia atau sebaliknya.

Berdasarkan data Dinkes Kabupaten Kulonprogo situasi zoonosis di Kulonprogo saat ini masih didominasi oleh leptospirosis, dan surveilans rabies berupa GHPR (Gigitan Hewan Penular Rabies). "Namun demikian kasus-kasus tersebut masih terkendali, hanya saja permasalahan yang ada mayoritas disebabkan oleh terlambatnya deteksi dini di masyarakat," katanya.

Pj Bupati Kulonprogo Tri Saktiyana menyebutkan, sosialiasi dan komunikasi masyarakat sangat penting sebagai langkah awal pencegahan dan pengendalian. Seluruh unsur terkait diharapkan mampu mengkomunikasikan secara cepat dan tepat melalui media-media yang sesuai dengan kondisi masyarakat dilapangan sehingga informasi-informasi tentang Zoonosis dan sejenisnya diterima dan dipahami dengan baik oleh masyarakat.

"Tentu informasi-informasi gejala dini Zoonosis harus kita ketahui dan kita komunikasikan dengan baik, mulai dari lingkup bawah," ungkapnya. (tom/din) Editor : Editor Content
#Kulonprogo #AIHSP