Untuk sementara layanan SOS ditempatkan di area keberangkatan atau drop zone. Perangkat SOS ini berupa boks lengkap dengan tombol. Fungsinya, ketika ada penumpang disabilitas atau siapapun yang membutuhkan pertolongan darurat bisa memencet tombol yang terhubung langsung dengan customer service."Ketika tombol SOS dipencet, akan ada petugas yang datang membantu. Mulai dari proses check-in hingga naik ke pesawat," jelasnya.
Menurutnya, sejak awal YIA memang didesain ramah dengan siapa saja. Termasuk kepada penyandang disabilitas. Kendati demikian SOS ini tidak hanya untuk difabel, melainkan juga untuk memudah penumpang yang butuh bantuan atau dalam situasi darurat. "Misalnya, mengalami gangguan kesehatan, ketika memencet tombol SOS, maka customer service AP I akan menghubungi petugas KKP untuk melakukan pertolongan pertama," ujarnya.
Accessible Tourism GIPI DIJ Meyra Marianti menyambut baik fasilitas SOS ini, menurutnya YIA telah membuktikan komitmennya dalam memberikan service excellence kepada seluruh pengguna jasa YIA. Berdasarkan informasi, layanan SOS ini nantinya tidak hanya ditempatkan di area kedatangan penumpang, tetapi juga akan ditempatkan di beberapa titik di YIA seperti di ruang tunggu dan toilet dan lokasi yang banyak diakses guna memudahkan para penumpang."Sejak 2019, kami sudah diminta melakukan assessment dan YIA terus menambah layanan. Salah satunya layanan SOS ini,’’ ungkapnya. (tom/din) Editor : Editor Content