"Total jumlah penumpang selama 2022 hingga Selasa (27/12) mencapai 2.911.000 orang penumpang. Capaian ini diprediksi masih bakal terus meningkat hingga tutup tahun 2022," ucap General Manager YIA Agus Pandu Purnama, kemarin ( 28/12)
Dijelaskan, tren lonjakan penumpang ini tidak terlepas dari Jogjakarta sebagai salah satu prioritas kunjungan wisata di Indonesia. Adapun dominasi penumpang sejauh ini masih perjalanan domestik dengan rute penerbangan YIA - Jakarta mencapai 60 persen. Baik rute YIA - Cengkareng maupun YIA - Halim Perdana Kusuma. "Proyeksi perhitungan YIA hingga 31 Desember 2022 sebanyak 2,95 juta orang penumpang. Tinggal 5.000 orang penumpang saja. Kalau yang lainnya ada Balikpapan, Pontianak, Batam, Bali, dan lain-lain rute luar Jawa lainnya," jelasnya.
Ditambahkan, YIA saat ini membuka 19 rute penerbangan dengan jumlah penerbangan harian berkisar di angka 77-80 penerbangan atau 300 pergerakan pesawat sehari. Termasuk penerbangan internasional yang juga sudah mulai intens di Tahun 2022. Baik rute Singapura, Malaysia, dan tidak lama lagi ada tambahan rute Thailand.
"Informasi hotel, saat ini juga sudah mulai banyak turis India yang masuk ke Jogjakarta untuk berwisata. Thai Smile (Thailand) juga sudah konfirmasi akan memulai penerbangan di YIA 15 Januari 2023, Bangkok - YIA - Bangkok, tinggal menunggu agreement dua negara," ucapnya.
Disinggung strategi peningkatan penumpang 2023, YIA akan memberikan keleluasaan kepada maskapai untuk membuka slot baru di YIA, dan slot penerbangan di YIA memang masih sangat banyak. Tidak hanya slot baru, tetapi juga jam operasi jika nanti ada penambahan penerbangan yang membutuhkan jam operasi malam hari.
"Sejauh ini kami sebetulnya sudah siap 24 jam beroperasi, namun kami tetap tergantung permintaan maskapai. Mudah-mudahan 2023 grafiknya terus naik dan ini sudah menunjukkan tanda-tanda ke arah itu. Termasuk jumlah penerbangan internasional," ungkapnya.
Salah satu penumpang, Azizah mahasiswa salah satu perguruan tinggi di Jogjakarta mengungkapkan, ia ingin liburan ke Riau dan rencananya baru akan kembali ke Jogja pada 16 Februari 2023 mendatang. "Harga tiket naik sih. Tapi persyaratannya sudah lebih mudah. Cukup menunjukkan KTP dan PeduliLindungi sudah bisa," jelasnya.
Penumpang lain, Lia Indriati, salah satu pegawai dari Jakarta mengatakan, dalam perjalanan kali ini dia menggunakan maskapai Super Air Jet dengan harga tiket Rp 460 ribu. "Saya pesannya juga mendadak ini. Karena memang harus balik ke Jakarta sekarang, karena sudah habis perjalanan dinasnya. Cukup KTP dan Peduli Lindungi oleh terbang," ucapnya. (tom/din) Editor : Editor Content