Kepala Bidang Pelayanan Pendaftaran dan Penetapan Pajak Daerah (P4D) BKAD Kulonprogo Chris Agung Pramudi mengatakan, pengoperasian mobil pajak keliling bertujuan untuk optimalisasi pelayanan pembayaran PBB. “Mobil tersebut bantuan PT Bank BPD DIJ untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat wajib pajak," katanya, kemarin (5/10).
Diharapkan, kesadaran masyarakat wajib pajak semakin tinggi untuk pembangunan Kulonprogo. Mobil keliling juga diharapkan bisa menyasar daerah yang jauh dari kantor BKAD, Bank BPD maupun gerai-gerai pembayaran pajak lainnya. "Mobil ini datang balai kalurahan untuk melayani wajib pajak. Lebih dekat, cepat, efektif dan efisien," jelasnya.
Dijelaskan, berdasarkan hasil evaluasi beberapa kalurahan yang persentase pembayaran pajaknya masih di bawah 80 persen dibuktikan dengan Surat Pemberitahuan Pajak Terhutang (SPPT) yang terbayar. "Mobil keliling ini adalah salah satu cara atau terobosan pendekatan kepada masyarakat khususnya di wilayah yang capaiannya masih relatif rendah," jelasnya.
Kasubid Penetapan Pajak Daerah Bidang P4D BKAD Kulonprogo Rita Erlisa Damayanti menambahkan, pelayanan pembayaran pajak dengan mobil pajak keliling ini baru tahap uji coba, dan baru tiga lokasi yang dilayani diantaranya Kalurahan Garongan (Kapanewon Panjatan), Kalurahan Margosari (Kapanewon Pengasih) dan Pasar Brosot. "Ke depan mobil keliling juga akan diterjunkan lebih masif ke daerah-daerah yang sulit dimana itu menjadi alasan warga belum atau terlambat membayar pajak. Kami juga akan bekerjasama dengan BUMKalurahan," ucapnya. (tom/din) Editor : Editor Content