Berdasarkan catatan, Kabupaten Kulonprogo memiliki angka kemiskinan tertinggi di Daerah Istimewa Jogjakarta. Kader Pemuda Pancasila (PP) asal Kulonprogo Yuni Astuti berharap Triyono bergerak cepat. Pemkab Kulonprogo, menurutnya harus bersinergi dan berkolaborasi dengan banyak pihak untuk mengatasi kemiskinan.
"Selamat untuk Pak Triyono yang dilantik menjadi Sekda Kulon Progo yang baru. Selamat mengemban amanat jabatan yang baru," jelas Yuni Astuti, Rabu (21/9).
Yuni menilai penanganan kemiskinan haruslah keroyokan. Dalam artian berkolaborasi dengan sejumlah elemen masyarakat. Termasuk insitusi yang memiliki kewenangan maupun fokus pada penanganan kemiskinan.
"Perlu kolaborasi dan sinergi bersama dengan banyak pihak untuk mengatasi masalah kemiskinan di Kulonprogo. Pak Sekda terpilih maupun PJ Bupati Kulonprogo mungkin bisa menjalin komunikasi dengan warga-warga Kulon Progo yang ada di perantauan dan telah menjadi orang sukses," kata Yuni Astuti.
Perempuan asal Galur, Kabupaten Kulonprogo ini menyebut salah satu nilai lebih masyarakat di Jogjakarta adalah modal sosial. Berupa gotong royong dalam berbagai penanganan masalah. Terbukti adalah saat terjadi saat Gempa Bumi 2006, Erupsi Gunung Merapi 2010 maupun saat Pandemi Covid-19.
Yuni Astuti sendiri sempat membuat gerakan membagi-bagikan uang dari atas mobil Hummer di sejumlah wilayah di Jogjakarta. Mulai dari Alun-alun Wates dan Pasar Wates dan Kota Jogja. Dia menuturkan perlu sebuah gotong royong bersama antara pengusaha atau warga Kulonprogo yang sudah sukses demi membantu masyarakat lain yang membutuhkan.
"Saya pernah membagi-bagikan uang di jalan. Salah satunya saat itu di Alun-alun Wates, di Pasar Wates. Sempat juga bagi-bagi parcel ke tenaga honorer di RSUD Nyi Ageng Serang dan sempat viral. Itu sebetulnya saya bukan ingin pamer atau sombong tapi itu bentuk sindiran halus dan ajakan kepada pengusaha ataupun warga Kulon Progo yang sudah sukses agar mau berbagi dengan masyarakat lain yang membutuhkan," tegas Yuni Astuti.
"Berbagi ini bisa dalam berbagai macam bentuk. Intinya masyarakat yang mampu untuk mau menyisihkan sedikit rejekinya dan membantu masyarakat yang kesusahan. Kalau ini dilakukan oleh banyak orang, saya yakin sedikit banyak bisa membantu pemerintah mengatasi kemiskinan," imbuh Yuni Astuti.
Yuni Astuti menambahkan di tengah situasi kenaikan harga BBM yang memicu kenaikan harga bahan-bahan pokok lainnya akan semakin menambah berat beban masyarakat.
"Mari sama-sama kita bergotong royong meringankan beban masyarakat. Bentuknya bisa apa saja," tutup Yuni Astuti. (*/Dwi) Editor : Editor News