Dijelaskan, sebagai pintu gerbang DIJ, YIA tentu tidak hanya nyaman dilalui, tetapi bagaimana orang yang mengakses bisa betah sebagai tempat singgah. Kulonprogo dengan YIA-nya diharapkan bisa menjadi wilayah yang diperhitungkan di segala aspek. "Melalui sayembara ini, kami mengundang masyarakat Kulonprogo untuk menyumbangkan pemikiran dan pandangannya lewat penulisan esai," jelasnya.
Panitia menyiapkan beberapa alternatif sub tema. Di antaranya aspek pariwisata dan industri kreatif, aspek seni dan budaya, aspek sumber daya alam dan pertanian, aspek sejarah dan adat tradisi, aspek SDM generasi muda, serta aspek penguatan literasi masyarakat. "Peserta sayembara adalah masyarakat umum yang berdomisili di Kulonprogo. Pendaftaran dan pengiriman tulisan bisa dilakukan melalui link https://bit.Iy/3yoLaJO," ucapnya.
Dewan juri akan menetapkan 15 naskah terpilih yang lolos kurasi sebelum diambil tiga pemenang utama dengan hadiah masing-masing Rp 1 juta. Seluruh naskah terpilih, akan dibukukan dan diterbitkan Perpusnas Press. Pendaftaran dan pengumpulan naskah dibuka hingga 17 Agustus mendatang, dilanjutkan proses penjurian. "Pengumuman 15 naskah terpilih dilakukan pada 25 Agustus, pengumuman tiga pemenang 9 September," tegasnya.
Menurutnya, minat masyarakat Kulonprogo menulis esai masih perlu ditingkatkan. Sebab selama ini hanya tiga genre karya yang dihasilkan yakni puisi, cerpen, dan novel. Esai jarang disentuh meski juga merupakan sebuah karya sastra.
Ketua Umum Komunitas Sastra-Ku Wahyu Purwadi menambahkan, selama ini komunitasnya memiliki blog yang menjadi media publikasi karya-karya sastrawan Kulonprogo. Selain itu, ada pula penulis tamu dari luar Jogjakarta yang karyanya diunggah dalam blog tersebut. "Kami juga menggelar bedah buku karya sastra sastrawan Kulonprogo bekerjasama dengan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kulonprogo," katanya. (tom/din) Editor : Editor Content