Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Green Belt YIA Belum Memadai

Editor Content • Kamis, 11 Agustus 2022 | 16:28 WIB
MITIGASI BENCANA: Proses penanaman pohon mangrove oleh PT Angkasa Pura I di Pasir Kadilangu, Kalurahan Jangkaran, Kapanewon Temon, Kulonprogo, kemarin.(HENDRI UTOMO / RADAR JOGJA)
MITIGASI BENCANA: Proses penanaman pohon mangrove oleh PT Angkasa Pura I di Pasir Kadilangu, Kalurahan Jangkaran, Kapanewon Temon, Kulonprogo, kemarin.(HENDRI UTOMO / RADAR JOGJA)
RADAR JOGJA - PT Angkasa Pura I selaku operator Yogyakarta International Airport (YIA) di Temon, Kulonprogo kembali menanam 5000 pohon sebagai sabuk hijau (green belt) di sempadan pantai wilayah Pasir Kadilangu, Kalurahan Jangkaran, Kapanewon Temon, kemarin (10/8). Langkah ini sebagai mitigasi bencana tsunami dan meredam abrasi.

Kepala Balai Konservasi dan Sumber Daya Alam (BKSDA) Jogjakarta M Wahyudi menjelaskan, fungsi green belt sendiri sebagai mitigasi bencana. YIA saat ini masih butuh lebih banyak pohon sebagai green belt. Sebab kondisi saat ini masih dirasa kurang dan belum memenuhi standar. Menurutnya, kondisi saat ini masih perlu dilakukan penanaman, pemasangan tetra pot untuk pemecah gelombang dan mencegah abrasi sudah dilakukan, namun juga harus diimbangi dengan upaya pembuatan sabuk hijau.”Langkah ini juga dinilai menghemat biaya dan ramah lingkungan," ucapnya di sela penanaman.

Ada beberapa jenis tanaman yang ditanam. Antara lain cemara udang, pandan laut, anggur laut, dan mangrove. Program penanaman pohon ini dilakukan di semua bandara yang berada di dekat pantai. “YIA termasuk salah satunya," kata Pelaksana Tugas Sementara (Pts) General Manager YIA Agus Pandu Purnama.

Dijelaskan, Pasir Kadilangu dipilih karena merupakan wilayah terdekat dengan sisi selatan YIA. Sisi selatan sendiri merupakan area sepadan pantai yang rawan bencana sehingga dibutuhkan green belt. Jika terjadi tsunami sabuk hijau inilah yang akan mereducingnya (mengurangi risiko).”Termasuk juga mengantisipasi abrasi yang setiap tahun terjadi di pantai selatan," jelasnya.

Selain itu, bibir pantai hanya berjarak sekitar 500 meter dengan landasan pacu. Abrasi harus dicegah dengan green belt. Tanaman yang dipilih yakni pohon yang sesuai dengan vegetasi pantai dan mudah tumbuh. Didukung Pemerintah Kabupaten Kulonprogo, kegiatan ini juga dibantu kelompok tani hutan sekitar YIA. "Program ini akan terus berjalan, jika pohon ada yang mati harus diganti atau ditambal sulam," ungkapnya.

Pj Bupati Kulonprogo Tri Saktiyana menyatakan, kegiatan kali ini selaras dengan visi misi pemerintah Provinsi Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ) bahwa pembangunan lima tahun ke depan diupayakan melalui tiga hal. Pertama, pentingnya memperhatikan kawasan selatan DIJ. Kedua, pentingnya memperhatikan tata kelola pemerintah dan pembangunan. Ketiga, pentingnya penekanan pemanfaatan teknologi informasi.

Kegiatan kali ini wujud poin pertama, memperhatikan kelestarian alam yang lestari dan berkelanjutan. Seperti filosofi Hamemayu Hayuning Bawono. Hayu artinya menyelamatkan, Ayu artinya cantik (menyelamatkan dunia yang cantik). “Bahkan lebih dari itu, semua harus andil mempercantik dunia yang sudah cantik ini dengan pelestarian lingkungan sekitar," katanya. (tom/din) Editor : Editor Content
#Yogyakarta International Airport #Kulonprogo