Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Pakai Pupuk Tak Imbang Picu Tanah Jenuh, Petrokimia Gresik Gelar ODP Serentak

Administrator • Rabu, 10 Agustus 2022 | 17:11 WIB
TANAH JENUH:  SPDP Petrokimia Gresik Provinsi Jogjakarta, Dani Tambunan saat menjelaskan pemberian pupuk beirmbang dalam program One Day Promotion (ODP) di Kalurahan Tuksono, Kapanewon Sentolo. (HENDRI UTOMO/RADAR JOGJA)
TANAH JENUH: SPDP Petrokimia Gresik Provinsi Jogjakarta, Dani Tambunan saat menjelaskan pemberian pupuk beirmbang dalam program One Day Promotion (ODP) di Kalurahan Tuksono, Kapanewon Sentolo. (HENDRI UTOMO/RADAR JOGJA)
RADAR JOGJA - Krisis tanah yang ditandai dengan degradasi unsur hara terjadi hampir di seluruh lahan pertanian termasuk di Kulonprogo. Salah satu penyebabnya yakni pemupukan tidak seimbang. Dampaknya tanah menjadi jenuh dan mengalami penurunan produktivitas.

Penegasan itu disampaikan Staf Perwakilan Daerah Penjualan (SPDP) Petrokimia Gresik Provinsi Jogjakarta, Dani Tambunan saat One Day Promotion (ODP) di Kalurahan Tuksono, Kapanewon Sentolo, kemarin (9/8). "Mengatasi tanah jenuh, kami coba kenalkan metode pemupukan berimbang dengan pola 5: 3 : 2 (500 pupuk organik, 300 NPK dan 200 urea) per hektar," ucapnya.

Dijelaskan, ketiga jenis pupuk tersebut harus diinput ke tanah agar dampak penggunaan pupuk kimia bisa tereduksi, melindungi unsur hara agar maksimal untuk bercocok tanam. PT Petrokimia Gresik sebagai anggota Holding Pupuk Indonesia terus mencoba intens memberikan pemahaman kepada petani terkait penggunaan pupuk berimbang.

"Solusi Agroindustri dalam ODP serentak di 50 kios yang tersebar di 19 Provinsi juga berisi tentang itu (keseimbangan pupuk,red). Kami juga turunkan satu unit mobil uji tanah bagi petani yang ingin mengecek kondisi tanahnya. Muaranya satu, kami ingin ikut andil memperkuat sektor produksi pertanian dalam negeri di tengah ancaman krisis pangan untuk kebangkitan ekonomi nasional," jelasnya.

Menurutnya, ODP kali ini sengaja digelar bertepatan dengan HUT PT Petrokimia Gresik Ke-50 sekaligus HUT Kemerdekaan RI Ke-77. Pihaknya ingin menjaga hubungan baik dengan para pelanggan dengan apresiasi promo produk. Sebab, sejauh ini petani sudah cukup familiar dengan dua tipe pupuk, yakni pupuk subsidi dan non subsidi.

Sementara itu, pupuk subsidi jenis ZA, SP36 dan Petroganik (Organik) sudah tidak disubsidi pemerintah per 1 Juli 2022. Hanya ada dua jenis pupuk yang masih disubsidi yakni jenis Urea dan NPK. Padahal, kebutuhan tanah tidak cukup dengan dua jenis pupuk itu, terkait harga pupuk non subsidi, sebagian besar petani mengaku tidak masalah, asalkan pupuknya tersedia.

"Maka stok pupuk di kios-kios kami pastikan ada dan siap melayani para petani. Pupuk non subsidi kan terjual bebas sekaligus tanpa syarat yang ribet. Kulonprogo kami pilih karena menjadi salah satu sentra tanaman hortikultura. Sementara pengguna terbesar pupuk kami kebanyakan adalah petani hortikultura," ujarnya.

Direktur Operasi dan Produksi Petrokimia Gresik, Digna Jatiningsih menambahkan, berdasarkan uji coba di berbagai daerah, semua produk pupuk yang diproduksi terbukti mampu meningkatkan produktivitas pertanian. ODP sendiri menjadi stimulan bagi petani untuk menggerakkan sektor pertanian di Indonesia dengan pupuk yang berimbang demi mewujudkan ketahanan pangan nasional.

Sejumlah produk pupuk nonsubsidi ini diantaranya NPK Phonska Plus, NPK Petro Nitrat, NPK Petro Ningrat, SP-26, SP-36 nonsubsidi, Urea non subsidi, ZA nonsubsidi, ZK, Nitralite, Kapur Pertanian Kebomas, dan Petro-Cas. Melalui media promosi ini, kami bertujuan membangun hubungan jangka panjang, sinergis dengan stakeholder dan end user, baik distributor, kios maupun petani Indonesia.

"Oh ya, tidak hanya memulihkan tanah, kami juga memberikan sosialisasi bagaimana pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (OPT). Artinya, kami ingin memberikan pelayanan secara komprehensif, dari hulu hingga hilir budidaya," ucapnya. (*/tom/ila) Editor : Administrator
#Pertanian #pupuk #Petrokimia Gresik