Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Kawasan Industri Sentolo Mulai Menggeliat

Editor Content • Selasa, 9 Agustus 2022 | 01:04 WIB
BERKEMBANG: Launching pabrik plafon polivinil clorida (PVC) milik PT Indofon di Kawasan Industri Sentolo, Kulonprogo.(HENDRI UTOMO / RADAR JOGJA)
BERKEMBANG: Launching pabrik plafon polivinil clorida (PVC) milik PT Indofon di Kawasan Industri Sentolo, Kulonprogo.(HENDRI UTOMO / RADAR JOGJA)
RADAR JOGJA - Kawasan industri di Sentolo Kulonprogo mulai banyak dilirik investor untuk mendirikan pabrik. Salah satunya PT Indofon Plafon Semesta yang bergerak di bidang produksi dan distribusi material building plafon polivinil clorida (PVC). Perusahaan ini berkomitmen menggunakan tenaga kerja lokal.

"Ya kami berkomitmen untuk menyerap tenaga kerja lokal secara optimal di Kulonprogo. Pabrik ini adalah pabrik kedua setelah di Bogor, tenaga kerja lokal yang dibutuhkan kurang lebih 500 orang," ucap Direktur Utama PT Indofon, Adit Setiawan disela launching pabrik Plafon PVC di Sentolo, kemarin (7/8).

Dijelaskan, pekerjaan yang dibutuhkan tidak membutuhkan keahlian khusus. Sebelumnya mereka juga akan menjalani training selama satu bulan dan dipastikan sudah bisa dan langsung bekerja. Kecuali operator yang memang dibutuhkan tenaga ahli terlatih. Pabrik di Sentolo ini diproyeksikan untuk pemenuhan kebutuhan di wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Jogjakarat (DIJ). "Kami memilih mendirikan pabrik di Kulonprogo karena sudah memiliki kawasan industri. Biaya produksi di Kulonprogo juga lebih rendah. Sebab UMR Kulonprogo jauh lebih kecil dibandingkan di Jabodetabek khususnya Jakarta," jelasnya.

Perusahaan yang sudah berdiri sejak 2018 silam dan sudah mengantongi sertifikat ISO serta memiliki jaringan resmi untuk penjualan di sejumlah kota di Indonesia ini diharapkan mampu membantu menyelesaikan masalah pengangguran di Kulonprogo. Sementara baru ada satu mesin, selanjutkan akan ditambah menjadi delapan mesin dengan kapasitas produksi bisa mencapai 100 ton per bulan. "Plafon PVC saat ini cukup diminati pasar. Sebab aman tidak mengandung bahan-bahan berbahaya dan lebih tahan gempa. Proses produksi juga tidak menimbulkan limbah, polusi udara juga sudah diantisipasi dengan peralatan canggih," ungkapnya.

Lurah Salamrejo Dani Pritiawan mendukung kehadiran PT Indofon. Pihaknya selama ini juga sudah biasa menjalin kerja sama dengan perusahaan terkait tenaga kerja. "Selain tenaga kerja, nanti akan ada warung atau tempat kos yang berdiri dan itu tentu akan menjadi peluang dan mendukung kesejahteraan masyarakat," katanya. (tom/din) Editor : Editor Content
#Sentolo Kulonprogo