Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Belum Temukan Ubur-Ubur Beracun

Editor Content • Selasa, 12 Juli 2022 | 15:12 WIB
PANTAU: Satlinmas Rescue Istimewa (SRI) Wilayah V Kulonprogo melakukan pemantauan di pantai Glagah, Kapanewon Temon Kulonprogo untuk memastikan bahwa belum ditemukan kemunculan ubur-ubur laut beracun di kawasan pantai selatan Kulonprogo.(HENDRI UTOMO / RA
PANTAU: Satlinmas Rescue Istimewa (SRI) Wilayah V Kulonprogo melakukan pemantauan di pantai Glagah, Kapanewon Temon Kulonprogo untuk memastikan bahwa belum ditemukan kemunculan ubur-ubur laut beracun di kawasan pantai selatan Kulonprogo.(HENDRI UTOMO / RA
RADAR JOGJA - Kawasan pantai di Kabupaten Kulonprogo benar belum ditemukan kemunculan ubur-ubur laut beracun seperti di pantai Gunungkidul. Namun hal itu menjadi perhatian serius Satlinmas Rescue Istimewa (SRI) Wilayah V Kulonprogo. Mereka meminta wisatawan untuk waspada dan jangan panik.

Koordinator SRI Wilayah V Kulonprogo, Aris Widiatmoko mengatakan, begitu mendapat kabar di pantai Gunungkidul ditemukan ubur-ubur beracun, pihaknya langsung melakukan monitoring dan pengecekan di sejumlah titik objek wisata pantai Kulonprogo, khususnya yang sering dikunjungi banyak wisatawan. Berdasarkan informasi dan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, kemunculan ubur-ubur Portugis itu memang diprediksi di pada Juli hingga Agustus 2022 mendatang," ucapnya, Senin (11/7).

Menurutnya, ubur-ubur beracun yang masuk kategori hydrozoa laut ini memiliki nama latin physalia physalis, ubur-ubur jenis ini bisa sampai ke daratan disebabkan siklus tahunan juga hembusan angin. Terakhir, kemunculan ubur-ubur beracun sempat ada di tahun 2020 lalu. Dampak sengatan ubur-ubur ke wisatawan di Kulonprogo juga masih sangat minim. "Berhubung satu tahun kemarin (2021) sepi, tidak ada kasus wisatawan tersengat ubur-ubur, kemungkinan sudah ada tapi karena memang pantai tidak ada pengunjungnya," ujarnya.

Ditambahkan, efek sengatan ubur-ubur laut beracun ini cukup lumayan, seseorang jika terkena akan merasakan gejala klinis seperti gatal dan panas pada tubuh. Ubur-ubur di daratan juga lebih mirip seperti busa atau gelembung, bagi yang kurang paham bisa jadi dipegang dan itu cukup berbahaya. Tidak untuk dijadikan mainan. Jika terkena sengatan ubur-ubur ini cukup basuh dengan air laut sembari hilangkan tentakelnya. Kemudian basuh dengan air hangat untuk mengurangi rasa sakit, jika muncul reaksi alergi segera ke dokter.
"Saya mengimbau kepada masyarakat agar tetap waspada, namun tidak usah panik dan tetap tenang," katanya.

Salah satu pengunjung, Malika Trihapsari, 21, warga Purworejo mengungkapkan, ia sudah tahu kabar kemunculan ubur-ubur laut beracun di pantai Gunungkidul melalui pemberitaan media. Namun ia mengaku tidak takut dan akan lebih berhati-hati ketika bermain di pantai. Terlebih wisata di pantai Kulonprogo tidak memungkinkan untuk mandi, hanya sekedar menikmati keindahan pantai dari kejauhan. "Saya hanya foto-foto di tetra Glagah saja, kalau mandi mungkin bisa terkena ya, kalau di darat geli juga untuk memegang, mungkin hanya melihat dari jauh kalau memang ada temuan, sebetulnya penasaran juga sih seperti apa," ungkapnya. (tom/bah) Editor : Editor Content
#Gunungkidul #Kulonprogo