Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Lepasliarkan Puluhan Tukik di Pantai Trisik

Editor Content • Sabtu, 9 Juli 2022 | 02:12 WIB
PEDULI LINGKUNGAN: Pengurus PKSM Lestari 2022-2027 dikukuhkan ditandai dengan pelepasliaran tukik di Pantai Trisik, Kapanewon Galur, Kulonprogo.(HENDRI UTOMO / RADAR JOGJA)
PEDULI LINGKUNGAN: Pengurus PKSM Lestari 2022-2027 dikukuhkan ditandai dengan pelepasliaran tukik di Pantai Trisik, Kapanewon Galur, Kulonprogo.(HENDRI UTOMO / RADAR JOGJA)
RADAR JOGJA - Sebanyak 70 ekor anak penyu (tukik) dilepasliarkan di Pantai Trisik, Kapanewon Galur, Kulonprogo, Kamis (7/7). Pelepasan itu dilakukan para Penyuluh Kehutanan Swadaya Masyarakat (PKSM) Lestari Kulonprogo dengan tujuan menjaga populasi dan pelestarian alam.

Ketua Forum PKSM Lestari Kulonprogo Heri Susanto mengatakan, PKSM merupakan lembaga binaan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ) yang biasa berkegiatan di alam. "Pelepasliaran ini juga dalam rangka pengukuhan Pengurus PKSM Periode 2022-2027," katanya di sela kegiatan.

Dijelaskan, kegiatan diikuti semua anggota PKSM di Kulonprogo yang sejauh ini beranggotakan 45 orang. Kegiatan juga menggandeng kelompok sadar wisata (Pokdarwis) Pantai Trisik. "Tukik merupakan satwa dilindungi dan perlu terus dilestarikan agar tidak punah. Kami juga menggelar aksi bersih-bersih pantai," jelasnya.

Koordinator Penyuluh Kehutanan DIJ Beja mengatakan, pihaknya terus mendampingi masyarakat dalam menjaga kelestarian alam. Termasuk masyarakat yang berada di pesisir selatan Kulonprogo khususnya di Pantai Trisik sebagai salah satu titik pendaratan penyu-penyu yang kerap bertelur. "Kebersihan lingkungan dan kelestarian alam juga harus dijaga, tidak hanya membersihkan sampah yang kerap mengganggu pendaratan penyu, kami juga melakukan penanaman cemara udang untuk menangkal abrasi yang beberapa pekan terakhir terjadi di Trisik akibat gelombang tinggi," ucapnya.

Ditambahkan, untuk penanaman pohon, tidak hanya di pantai Trisik. Kawasan Kawasan Mangrove di Pasir Kadilangu dan Pasir Mendit Kalurahan Jangkaran, Kapanewon Temon juga dilakukan. "Kami juga membuat program pembuatan kebun bibit rakyat dengan menanam 50 batang isophora di dua pedukuhan itu," ucapnya.

Sementara di kawasan pegunungan, sambungnya, juga ada penanaman pohon untuk penangkap air dan penahan longsor. Alasannya, air adalah sumber kehidupan. maka sumber mata air juga harus dilestarikan. Pihaknya mendukung penuh masyarakat sudah mau menjaga dan mengolah lahan hutan tanpa merusaknya. Banyak ditemui warga di Kulonprogo utara yang saat ini tengah menikmati panen rempah dan empon-empon. "Semua adalah pemberian alam dan alam harus dijaga. Pengolahan kayu produktif juga menjadi sektor ekonomi yang cukup baik. Masyarakat juga semakin paham akan pentingnya bersahabat dengan alam. Karena itu ladang mata pencaharian mereka,," katanya. (tom/din) Editor : Editor Content
#pantai trisik #anak penyu #tukik #Kulonprogo