"Ya ini bentuk rasa syukur kepada Tuhan atas pemberiannya rezeki dan dapat bermanfaat dan barokah bagi masyarakat. Kegiatan ini juga untuk menyamakan doa serta harapan agar masyarakat kedepannya tetap diberi kesehatan kelancaran rezeki, hidup adem ayem dan selalu diberikan kemakmuran," ucap, Sutikno, 40, warga Purwosari, Kamis (26/5).
Dijelaskan, prosesi baritan diikuti kurang lebih 90-an warga perwakilan dari setiap KK di dusun setempat. Lokasi pelaksanaannya yakni di jalan lingkar Dusun Ponces. Setiap rumah atau KK membuat hidangan atau kudapan ketupat dan tempe. Kedua makanan ini kemudian dikumpulkan di acara baritan tersebut
Setelah semua masyarakat berkumpul, upacara akan dimulai dengan sambutan salah tokoh masyarakat dan tetua dusun, dilanjutkan pembacaan doa atau mujahadah. Setelah selesai ketupat dibagikan atau diperebutkan warga yang ikut upacara tersebut.
Acara ini diikuti berbagai kalangan, baik orang dewasa maupun anak kecil. Baritan ini berlangsung sangat meriah. "Acara ini juga dihadiri Lurah, Kamituwo, Dukuh Ponces, Tokoh Masyarakat, Tokoh Adat dan warga masyarakat Padukuhan Ponces dan dari unsur TNI/Polri," jelasnya.
Babinsa Purwosari, Koramil 12 Girimulyo, Kodim 0731 Kulonprogo, Serma Sarana mengungkapkan, warga layak untuk melestarikan tradisi warisan leluhur ini. Tradisi kebudayaan Jawa sebagai perwujudan rasa syukur petani kepada Tuhan atas nikmat hasil bumi. "Acara ini memang rutin dilaksanakan setiap tahun, turun temurun oleh warga setempat, melestarikan budaya dan tradisi agar anak cucu tidak kehilangan jati diri, tidak lupa cara bersyukur, dan agar tidak hilang adat tenggelam ditelan jaman," ungkapnya. (tom/bah) Editor : Editor Content