Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Tampil Satu Scene Film Ginastel Garapan Agus Kencrot

Editor Content • Sabtu, 21 Mei 2022 | 16:11 WIB
KREATIF: Mahasiswa UNY Nurhuda Ihram Faihan mengolah singkong menjadi kue sus, makanan kekinian. HUMAS UMY FOR RADAR JOGJA
KREATIF: Mahasiswa UNY Nurhuda Ihram Faihan mengolah singkong menjadi kue sus, makanan kekinian. HUMAS UMY FOR RADAR JOGJA
 

RADAR JOGJA - Bupati dan Wakil Bupati Kulonprogo Sutedjo dan Fajar Gegana mendapat kado istimewa di penghujung masa baktinya memimpin bumi Binangun. Mereka mendapat penghargaan special Achievement Award Nusabrata 2022 setelah terlibat langsung dalam produksi film berjudul "Ginastel"

HENDRI UTOMO, Kulonprogo, Radar Jogja

AUDITORIUM Taman Budaya Kulonprogo (TBK) menjadi saksi perpaduan yang apik antara Bupati Kulonprogo Sutedjo dan Wakil Bupati Kulonprogo Fajar Gegana. Diakhir masa jabatan, mereka menyaksikan diri mereka tampil satu scene dalam film Nusabrata yang disutradarai Agoes Kencrot.

Film dengan setting pengambilan gambarnya di sekitar Puncak Widosari, Ngargosari, Samigaluh, dan Sawah Wisata Surjan, Pleret, Panjatan ini diproduksi sejak bulan Februari hingga Maret. Pasangan pemimpin Kulonprogo ini beradu akting dengan sejumlah pejabat di Pemkab Kulonprogo dan aktor kawakan Susilo Nugroho "Den Baguse Ngarsa" dan Didik Nini Thowok.

"Jujur saya merasa terharu sekaligus bangga, terharu karena hasilnya maksimal, bangga karena dikerjakan oleh sineas muda Kulonprogo, jadi yang terlibat dalam film ini mulai dari perencanaan hingga akhir adalah SDM lokal Kulonprogo, itu yang membanggakan," ucap Sutedjo.

Dia berharap ide-ide kreatif seperti ini bisa dilanjutkan dan dikembangkan. Pemkab Kulonprogo optimistis di bawah kepemimpinan Joko Mursito akan terus muncul ide baru dan kreatif untuk pengembangan sektor pariwisata di Kabupaten Kulonprogo. Baik itu potensi wisata alam, budaya kuliner serta ekonomi kreatif. "Dunia pariwisata Kulonprogo ke depan menatap masa depan cerah," katanya.
Fajar Gegana mengungkapkan, ide kreatif dan gagasan yang segar dibutuhkan sebagai salah satu bentuk terobosan dan inovasi pengembangan pariwisata. Dunia pariwisata di Kulonprogo ke depan memiliki masa depan cerah. "Kegiatan hari ini menjadi bukti, saya juga sangat senang dan berterima kasih bisa terlibat dalam produksi film Ginastel dan ini menjadi kenang-kenangan yang manis di akhir masa jabatan saya," ungkapnya.

Ditanya suka dukanya menjadi wakil bupati Kulonprogo Fajar Gegana mengaku merasakan beratnya menjadi Ketua Gugus Tugas Penanggulangan Covid-19. Menurutnya kelonggaran yang sudah ada saat ini harus disikapi secara bijak. "Protokol kesehatan tetap harus diterapkan, meskipun presiden sudah membolehkan tidak menggunakan masker di ruang terbuka, semua harus menjaga agar pandemi ini betul-betul berakhir," katanya.

Disinggung orientasi 2024, Fajar mengucap irit, "Saya belum punya orientasi, yang jelas saya akan menikmati masa purna, saya akan masih bisa berkarir mungkin di dunia bisnis atau pariwisata tetapi di luar struktur pemerintahan," ucapnya.

Kepala Dinas Pariwisata Kulonprogo Joko Mursito mengatakan,  genap dua tahun pihaknya mencoba menggunakan jalur promosi yang berbeda untuk mengangkat pariwisata, yakni melalui film. Sengaja film mengambil setting lokasi wisata, ceritanya juga tidak jauh dari pengembangan pariwisata, bahkan pemainnya juga para pelaku dan pendukung pariwisata. Ide awalnya sebetulnya karena pandemi, pembatasan membuat para pelaku wisata tidak bisa menggelar event. Sehingga yang bisa dilakukan adalah membuat media promosi lewat film. Ke depannya ini bisa disebar di media sosial dan diputar di berbagai kegiatan dan program. “Sehingga film ini bisa berfungsi dan berguna bagi Kulonprogo dan DIJ umumnya," ucapnya.

Ditambahkan, Nusabrata merupakan akronim dari Manunggal Sedya Mbraya Pariwisata. Sebuah spirit untuk mendukung pariwisata yang tidak bisa berdiri sendiri, butuh dukungan dan sentuhan berbagai pihak. Mengangkat pariwisata secara kolaboratif, sebuah ikon untuk menjadi identitas dalam pengembangan pariwisata di Kulonprogo.
Menurutnya, film masuk dalam ekonomi kreatif. Maka, pihaknya setidaknya bisa menambah satu segmen yang bisa dikembangkan optimal. Jadi ekonomi kreatif itu bukan hanya kerajinan tangan atau kuliner. “Tetapi juga aktivitas budaya dan itu coba kami angkat," ucapnya.

Kebetulan di Kulonprogo ada sekolah film yang sudah berjalan selama tiga tahun terakhir. Sineas muda Kulonprogo mendapat pendampingan dari para pakar film di Jogja dan Indonesia yang sudah berpengalaman. Anak-anak terus didorong untuk membuka lapangan kerja baru, disiapkan sejak dini, mereka dilatih kamera, seni peran, memegang properti dan lainnya. Harapannya ekraf di perfilman dari Kulonprogo ini akan lahir sineas muda produktif yang mampu berbicara dan mengangkat pariwisata Kulonprogo. “Gala Premier Film Dinas Pariwisata 2022 kali ini menampilkan tiga film berjudul Ginastel, Skripsi, dan Mawa Wisa," ucapnya.

GKR Bendara mengatakan film ini adalah media promosi baru yang cukup lekat dengan generasi Z saat ini. Dalam film yang digarap kali ini memunculkan kosa kata lama Jawa yang ini khas menunjukkan budaya Jogja. Menekankan bahwa jogja memiliki budaya dan pariwisata luar biasa. Tinggal kedepannya dikemas melalui promosi  dan akan menjadi potensi Jogja.  "Ini luar biasa sekali. tiga film yang luar biasa menurut saya. Pak bupati dan wakil, ke depan tidak mungkin tidak perlu nyalon lagi. Sebab jadi aktor gajinya tentu akan lebih besar," selorohnya.

Ditegaskan, ini tentu menjadi hadiah yang hebat bagi promosi wisata Kulonprogo. Ke depannya film ini bisa disebarluaskan untuk mempromosikan Kulonprogo. “Kolaborasi anak-anak muda seperti ini yang dibutuhkan untuk mengangkat Kulonprogo khususnya dan Jogjakarta umumnya," tegasnya. (din) Editor : Editor Content
#Kulonprogo