Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

39 Titik Terdampak Hujan Lebat

Editor Content • Sabtu, 2 April 2022 | 15:43 WIB
KOSONG : Situasi los daging pasar Bantul yang sepi pedagang pada Kamis (2/6). Para pedagang di pasar tersebut tidak berjualan karena imbas mogoknya penyembelihan di PPDS Segoroyoso. IWAN NURWANTO/RADAR JOGJA
KOSONG : Situasi los daging pasar Bantul yang sepi pedagang pada Kamis (2/6). Para pedagang di pasar tersebut tidak berjualan karena imbas mogoknya penyembelihan di PPDS Segoroyoso. IWAN NURWANTO/RADAR JOGJA
RADAR JOGJA – Hujan lebat yang mengguyur wilayah Kulonprogo menyebabkan banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang kemarin (1/4). Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kulonprogo mencatat, ada 39 titik yang terdampak bencana.

Kepala BPBD Kulonprogo Joko Satyo Agus Nahrowi mengatakan, tanah longsor karena hujan lebat terjadi di 26 titik. Di Kapanewon Kokap dan Pengasih, yang merupakan wilayah perbukitan. Material tanah dan batuan longsor, menimbun permumikan warga dan menutupi akses jalan.

Dia merinci, kejadian tanah longsor paling banyak terjadi di Kalurahan Kalirejo dan Hargorejo. Bahkan di Padukuhan Papak RT 19 RW 06, Kalirejo, Kokap ada warga meninggal dunia. Akibat tertimbun material longsor. “Bernama Marsinem,” ujarnya saat dikonfirmasi Radar Jogja kemarin (1/4).

Sementara untuk bencana banjir, lanjut Joko, ada 12 titik terdampak. Menyebabkan rumah, sekolah, dan pasar terendam air. Mayoritas terjadi di Kapanewon Kokap, serta sebagian ada di Kapanewon Temon. "Pohon tumbang satu kejadian. Di Padukuhan Bojong, Panjatan menimpa satu rumah warga," beber Joko.

Terpisah, Kasi Humas Polres Kulonprogo Iptu I Nengah Jeffry menuturkan, penanganan telah dilakukan dengan membuka kembali akses vital jalan Pasar Cikli-Ngaseman di kapanewon Kokap. Material longsor yang menutupi akses jalan, sudah disingkirkan. Dan bisa dilewati kendaraan roda dua maupun empat.

Untuk penanganan korban meninggal dunia di Padukuhan Papak, Jeffry menyebut, pemeriksaan saksi dan identifikasi penyebab kematian Marsinem sudah dilakukan. Diketahui, perempuan 60 tahun tersebut tewas akibat tertimpa kayu bangunan rumah. "Saat ditemukan, korban berada di atas tempat tidur dengan keadaan meninggal dunia," ucap Jeffry.

Wakil Bupati Kulonprogo Fajar Gegana mengimbau, seluruh elemen masyarakay harus tetap meningkatkan kesiapsiagaan. Masyarakat juga diminta melakukan pemetaan terhadap kerawanan dan potensi bencana di daerahnya masing-masing."Menghadapi bencana memang perlu peran dari semua pihak," ucap Fajar. (inu/eno) Editor : Editor Content
#BPBD Kulonprogo #Kulonprogo