Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Nanggulan Diterjang Banjir, Girimulyo Longsor

Editor Content • Selasa, 15 Februari 2022 | 16:39 WIB
TERTIMBUN : Situasi bencana banjir di Kalurahan Jatisarono, Kapanewon Nanggulan dan tanah longsor di Girimulyo yang terjadi pada Minggu (13/2) malam.(DOKUMENTASI HUMAS POLRES KULONPROGO)
TERTIMBUN : Situasi bencana banjir di Kalurahan Jatisarono, Kapanewon Nanggulan dan tanah longsor di Girimulyo yang terjadi pada Minggu (13/2) malam.(DOKUMENTASI HUMAS POLRES KULONPROGO)
RADAR JOGJA – Hujan deras yang terjadi seharian pada Minggu (13/2) berdampak pada terjadinya banjir, pohon tumbang dan tanah longsor di sebagian wilayaj di Kulonprogo. Paling parah terjadi di kapanewon Nanggulan dengan dampak bencana puluhan rumah terendam air akibat luapan Sungai Jaran.

Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kulonprogo Edi Wibowo mengatakan, untuk bencana banjir paling parah melanda wilayah Kalurahan Jatisarono, Kapanewon Nanggulan. Di wilayah tersebut sebanyak 31 rumah dari dua padukuhan terendam air dari luapan Sungai Jaran. Rinciannya 20 berada di Padukuhan Jatingarang Lor serta sebelas rumah di Padukuhan Jatingarang Kidul.

Dalam kejadian tersebut tiga kepala keluarga (KK) dievakuasi lantaran ketinggian air mencapai 1 meter atau seukuran perut orang dewasa. ”Sekitar pukul 22.00 air sudah surut sehingga warga bisa kembali ke rumah,” jelas Edi Senin (14/2).

Sementara untuk bencana tanah longsor, anjut Edi, BPBD Kulonprogo mencatat ada tiga kejadian di Kalurahan Pendoworejo, Girimulyo. Dua diantaranya menimpa rumah warga dan satu kejadian sempat menutup akses jalan. Kemudian di Kalurahan Banjarharjo, Kalibawang ada kejadian pohon tumbang yang menimpa rumah warga. “Hingga saat ini kami masih menghitung dampak kerugian dari kejadian bencana tersebut,” ujar Edi.

Kasi Humas Polres Kulonprogo Iptu I Nengah Jeffry menambahkan, dari hasil catatan pihaknya bencana banjir dan longsot tidak menimbulkan korban jiwa. Namun akibat luapan Sungai Jaran, banyak hewan ternak warga yang hanyut terbawa arus serta merobohkan tembok rumah milik warga.

Ia menyampaikan, wilayah Padukuhan Jatingarang Lor maupun Jatingarang Kidul diketahui memang sering menjadi langganan banjir. Terlebih ketika wilayah Nanggulan mengalami hujan dengan intensitas lebat.

“Hal ini disebabkan karena Sungai Jaran yang kecil namun wilayah kedua Padukuhan tersebut berada di dataran yang lebih rendah dari sungai,” terang Jeffry.

Sementara itu, Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati mengatakan, untuk saat ini wilayah Jogjakarta dan sekitarnya memang tengah memasuki musim penghujan. Intensitas hujan diprediksi akan lebih tinggi dari biasanya karena berbarengan dengan puncak fenomena alam La Nina.

Terkait dengan fenomena alam tersebut, Dwi meminta masyarakat lebih waspada terkait dengan berbagai kemungkinan perubahan cuaca yang akan terjadi. Sebab, diprediksi untuk La Nina tahun ini akan mengalami peningkatan curah hujan hingga 60 persen.

Mantan rektor UGM itu pun mengimbau agar masyarakat untuk berhati-hati terhadap potensial bencana hidrometeorologi seperti tanah longsor dan banjir pada wilayah-wilayah yang rawan. Serta diharapkan rutin mengecek kondisi cuaca pada platform yang disediakan oleh BMKG. Sehingga harapannya, risiko bencana alam yang diakibatkan dari fenomena La Nina bisa diminimalisir.

"Kami imbau agar masyarakat meningkatkan kewaspadaan karena fenomena alam ini. Sebab akan ada potensi bencana banjir dan tanah longsor," ungkap Dwi. (inu/bah) Editor : Editor Content
#BPBD #Kulonprogo