Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Lokasi Asrama Haji Jogjakarta Tak Akan Jauh Dari Bandara YIA

Editor News • Sabtu, 8 Mei 2021 | 13:47 WIB
OPTIMALISASI: Warga dan pengunjung saat berebu uba rampe labuhan di Pantai Depok beberapa waktu lalu (11/8). Untuk meningkatkan jumlah kunjungan di pantai selatan Bantul, pemkab tengah mempersiapkan tiga event besar.(RADAR JOGJA FILE)
OPTIMALISASI: Warga dan pengunjung saat berebu uba rampe labuhan di Pantai Depok beberapa waktu lalu (11/8). Untuk meningkatkan jumlah kunjungan di pantai selatan Bantul, pemkab tengah mempersiapkan tiga event besar.(RADAR JOGJA FILE)
RADAR JOGJA- Impian wilayah Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ) untuk memiliki asrama haji sendiri semakin dekat.  Lokasi asrama haji yang hendak dibangun di Kabupaten Kulon Progo itu tak akan jauh dari bandara internasional Yogyakarta (YIA).

Kementerian Agama RI menyatakan penetapan lokasi asrama baru itu kini sudah mencapai tahap final.

“Lokasi untuk pembangunan sudah ditentukan, tepatnya di wilayah Kecamatan Kokap. Kalau dari Bandara YIA jaraknya sekitar 3,5 kilometer. Nantinya akan ada akses tol yang lewat jalur asrama haji.

Kokap menjadi lokasi yang akhirnya dipilih dibanding tiga usulan lainnya yakni Galur, Sentolo, dan Lendah.

Sebelumnya dua lokasi juga telah diusulkan untuk pembangunan asrama haji itu yakni Desa Triharjo Kecamatan Wates dan Plumbong Kecamatan Temon.

Namun lokasi-lokasi selain Kokap tersebut tidak ditindaklanjuti karena menggunakan tanah kas desa dan tanah Pemprov DIJ.

Hingga akhirnya asrama haji itu ditetapkan akan dibangun di Kokap menggunakan tanah Sultan Ground,”ujar Kepala Kanwil Kementerian Agama DIJ, Edhi Gunawan Sabtu ( 8/5).

Edhi menambahkan bentuk dan desain bangunan asrama haji itu sendiri sudah ada. Ada pun target pelaksanaan pembangunan asrama haji ini paling cepat akan dilakukan tahun 2022 dan paling lambat tahun 2023.

Sehingga, diharapkan setahun setelah pembangunan dimulai, bangunan sudah dapat difungsikan.  "Total proyeksi anggaran yang diperlukan untuk melaksanakan proyek pembangunan asrama haji ini mencapai kisaran Rp 600 miliar," ujarnya.

Sebelumnya, pembangunan gedung asrama haji DIJ dinilai cukup mendesak mengingat DIJ belum memiliki asrama haji yang layak untuk menampung jamaah haji.

Berdasarkan dari kajian Kementerian Agama dan Pemprov  DIJ pada Desember tahun 2020 lalu, kebutuhan asrama haji di DIJ dinilai perlu karena salah satunya terjadi peningkatan jumlah jamaah usia lanjut dan risiko tinggi yang membutuhkan akses cepat dan efisien untuk berangkat menunaikan ibadah haji.

Selain itu, ada kebutuhan untuk memperpendek jarak keberangkatan menuju embarkasi.

Pertimbangan lainnya, jamaah haji juga banyak yang berasal dari kabupaten/kota di Jawa Tengah yang secara geografis lebih dekat dengan DIJ. Selama ini konsentrasi jemaah haji asal DIJ-Jawa Tengah terpusat di Embarkasi Donohudan Solo yang paling dekat.

Sekretaris Jenderal Kementerian Agama (Kemenag) RI, Nizar Ali usai  bertemu Gubernur DIJ Hamengku Buwono X di Kantor Kepatihan Jumat (7/5), mengatakan dampak pembangunan asrama haji di DIJ  tidak hanya memudahkan para jamaah haji saja.  “Pada prinsipnya dari kami yang penting ada fasilitas untuk keberangkatan haji dengan cepat," katanya.

Dari hasil pertemuan itu, juga diusulkan pembangunan asrama haji dapat memuat klasifikasi bangunan. Misalnya ada satu bagian bangunan yang setara bintang 4, bintang 3 dan sebagainya.  "Sesuai dengan opsi-opsi dan kebutuhan dari masyarakat,”jelasnya. (sky) Editor : Editor News
#YIA.asrama haji