Kasubag Humas Polres Kulonprogo Iptu I Nengah Jeffry menjelaskan, hasil pemeriksaan ahli forensik,menyatakan korban tewas karena pukulan benda tumpul dibagian belakang kepala korban.
Hal tersebut diperkuat dengan tanda kekerasan pada sisi belakang tengah kepala korban yang mengakibatkan pendarahan bilik otak dan memar batang otak. Sehingga menyebabkan penekanan pusat pernapasan dan membuat DSD mati lemas.
Tanda-tanda lain pemeriksaan luar pada tubuh korban, lanjut Jeffry, petugas juga menemukan luka memar pada bagian perut sisi kanan, bintik pendarahan lasa kulit wajah, kebiruan pada jaringan bawah kuku tangan dan kaki serta selaput lendir dan mulut, dan pelebaran pembuluh darah pada selaput biji mata.
"Adanya tanda kekerasan benda tumpul pada kepala sisi belakang bagian tengah yang mengakibatkan pendarahan bilik otak dan memar batang otak sehingga menyebabkan penekanan pusat pernapasan dan mati lemas (asfiksia)," katanya saat dikonfrimasi ,Rabu (24/3).
Jeffry menambahkan, setelah dilakukan autopsi dan pemeriksaan oleh petugas, polisi menyerahkan jenazah DSD kepada pihak keluarga yang beralamat di Gadingan Rt.7/Rw.8, Kalurahan Wates, Kapanewon Wates, Kabupaten Kulonprogo. Oleh keluarga kemudian jenazah korban langsung dimakamkan.
Keterangan dari keluarga korban DSD meninggalkan rumah sejak Selasa (23/3) sekitar pukul 06.30 dengan alasan ingin melamar kerja di Punukan Wates.
"Korban pergi menggunakan sepeda motor dan membawa tas,"tambahnya. (inu/sky) Editor : Editor News