Kepala Kantor Basarnas Jogjakarta L. Wahyu Efendi mengatakan, kronologi kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 06.40. Saat itu korban bersama keluarganya, warga Dusun Krembangan, Kalurahan Panjatan, Kabupaten Kulonprogo pergi ke Pantai Glagah untuk berwisata. Korban yang saat itu bersama saudaranya kemudian bermain air di Muara Glagah, yang merupakan aliran Sungai Serang.
Pada awalnya, lanjut Wahyu, korban bersama saudaranya bermain di pinggir sungai. Namun kemudian memutuskan untuk berenang ke tengah. Naas saat hendak kembali ke pinggir, ombak datang dan menyeret korban hingga tenggelam. "Korban J terkena ombak dari belakang lalu kemudian jatuh terbawa arus dan tenggelam," ujar Wahyu Minggu.
Wahyu menerangkan, korban saat ini masih dinyatakan hilang dan tengah dilakukan pencarian oleh personil SAR gabungan. Para personil melakukan pencarian korban dengan menggunakan peralatan water rescue. Tubuh korban diduga masih berada di sekitar lokasi kejadian."Sampai saat ini tim SAR gabungan masih melakukan pencarian di lokasi kejadian," terang Wahyu.
Sementara, Koordinator Siaga Basarnas Kulonprogo, Sunardi menerangkan bahwa radius pencarian korban diperluas menjadi 500 meter. Sebelumnya hanya 50 meter dari lokasi kejadian. Dalam pencarian hingga sore kemarin para petugas penyelamat menerjunkan sebanyak tiga tim. Tiga tim tersebut terbagi pada lokasi pencarian yang berbeda-beda. Selain itu juga dikerahkan tim melalui jalur darat dengan mencari di aliran sungai."Untuk tim pertama terdiri empat orang penyelam. Kemudian tim kedua melakukan pencarian dengan perahu karet. Tim ketiga mencari di sisi selatan dan utara," katanya.
Hingga berita ini ditulis para petugas penyelamat masih melakukan pencarian. Rencananya pencarian korban tenggelam tersebut akan dilakukan selama tujuh hari. (inu/pra) Editor : Editor Content