RADAR JOGJA - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi potensi cuaca buruk berupa angin kencang hingga hujan lebat disertai es masih akan terus terjadi hingga April mendatang. Untuk itu masyarakat diminta agar terus waspada.
Kepala BMKG Stasiun Klimatologi Mlati, Reni Kraningtyas mengatakan, ada beberapa faktor yang menyebabkan cuaca ekstrim masih terus terjadi di Jogjakarta. Adapun diantaranya, yakni karena ada fluktuasi suhu tajam dan kelembaban udara yang tinggi.
Dia menjelaskan, di sebagian wilayah Jogjakarta memang mengalami kondisi tersebut. Pada wilayah Kota Jogja, Sleman dan Bantul suhu pukul 07.00 dan 10.00 bisa berubah sangat tinggi dengan selisih 4,5 derajat celsius.
Lebih lanjut, Reni menyampaikan apabila kelembaban udara di suatu wilayah bisa mencapai 700 milibar atau 60 persen. Kondisi tersebut juga mendukung terjadinya pertumbuhan titik beku pada awan Sibi Colomunimbus. Sehingga bisa mengakibatkan hujan es lebih lebat.
"Apabila ada perbedaan suhu melebihi 4 drajat direntang waktu tertentu dan kelembaban udara tinggi, kondisi atmosfer di sekelilingnya mendukung untuk terjadinya hujan es," jelasnya Rabu (17/3).
Reni menambahkan, potensi cuaca buruk seperti itu dimungkinkan akan terus terjadi hingga satu bulan kedepan. Sehingga dia mengimbau agar masyarakat tetap waspada terhadap berbagai potensi bencana.
Dia melanjutkan bahwa dari hasil pantauan tim BMKG, potensi cuaca buruk cenderung akan terjadi di wilayah kota dan Sleman. Serta sebagian wilayah Bantul. "Pada dasarian tiga April hingga dasarian dua Mei. Wilayah Jogjakarta baru sudah mulai memasuki musim kemarau," terang Reni.
Menanggapi hasil pemaparan potensi cuaca buruk dari BMKG, Kepala BPBD Kulonprogo, Ariadi mengatakan pihaknya sudah melakukan berbagai persiapan mulai dari penyiapan logistik, personel hingga peralatan untuk menanggulangi kebencanaan. Pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan seluruh lurah dan panewu di Kulonprogo supaya tetap waspada. "Sudah kami persiapkan apabila terjadi kebencanaan hidrometeorologi," katanya. (inu/bah) Editor : Editor Content