Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Jadi Klaster, Tulari Keluarganya

Editor Content • Rabu, 23 Desember 2020 | 16:38 WIB
SEPI : Suasana Kantor DPRD Kulonprogo sepi pasca-ditemukannya delapan anggota DPRD setempat yang terkonfirmasi positif Covid-19 pada Selasa (22/12).(IWAN NURWANTO/RADAR JOGJA)
SEPI : Suasana Kantor DPRD Kulonprogo sepi pasca-ditemukannya delapan anggota DPRD setempat yang terkonfirmasi positif Covid-19 pada Selasa (22/12).(IWAN NURWANTO/RADAR JOGJA)
 

 

RADAR JOGJA – Setelah sebelumnya dinyatakan ada enam anggota DPRD Kulonprogo yang terpapar virus Covid-19. Pada Selasa (22/12) Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kulonprogo menyatakan ada dua penambahan kasus, sehingga total ada delapan legislator yang dinyatakan positif.

Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kulonprogo Baning Rahayujati mengatakan, dari hasil test swab yang keluar pada Minggu (20/12) ada enam kasus dari anggota DPRD Kulonprogo. Kemudian kemarin dinyatakan terjadi penambahan lagi sebanyak dua kasus dari anggota dewan. Sehingga total menjadi delapan orang terpapar Covid-19."Ada penambahan dua kasus positif dari anggota dewan, sehingga total ada delapan orang," ujar Baning, Selasa (22/12).

Selain temuan anggota dewan, kasus Covid-19 di lingkungan DPRD Kulonprogo juga meluas menjadi klaster keluarga. Baning mengungkapkan bahwa dari hasil tracing ada temuan satu kasus positif dari pihak keluarga anggota dewan. Pihaknya pun kini tengah melakukan tracing lanjutan untuk melihat laju penularan dari para wakil rakyat tersebut.

Sementara terkait dengan perkembangan kasus Covid-19 di Kulonprogo, per tanggal 22 Desember 2020 ada penambahan 22 kasus positif. Sehingga terkonfirmasi ada 805 kasus. Dari jumlah tersebut 462 orang dinyatakan sembuh, 42 isolasi di rumah sakit, 284 isolasi mandiri dan 17 orang dinyatakan meninggal dunia. "Pada Desember merupakan catatan kasus tertinggi dari sembilan bulan penanganan Covid-19 di Kulonprogo," terang Baning.

Sebelumnya, Ketua DPRD Kulonprogo, Akhid Nuryati menyatakan, kasus penularan para anggotanya terungkap dari rapid test yang dilakukan oleh beberapa anggota dewan usai melakukan kunjungan di luar daerah pada pekan lalu. Dari hasil rapid test tersebut beberapa anggota menunjukkan hasil reaktif dan kemudian dilanjutkan dengan swab test. Ia pun sudah meminta agar seluruh anggota dewan dari semua fraksi untuk melakukan swab test mandiri. "Kami mewajibkan seluruh anggota DPRD melakukan swab test secara cepat dan mandiri. Dan alhamdulilah, semua fraksi setuju," ujar Akhid. (inu/pra) Editor : Editor Content
#DPRD kulonprogo #virus Covid-19 #Kulonprogo