Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Langgeng Basuki Siap Bantu Pemerintah

Editor Content • Kamis, 16 April 2020 | 19:18 WIB
CARI SOLUSI: Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Eko Wisnu Wardhana didampingi Kepala Bidang Transmigrasi Disnakertrans Kulonprogo Heri Widada saat konferensi pers terkait program transmigrasi, . ( HENDRI UTOMO/RADAR JOGJA )
CARI SOLUSI: Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Eko Wisnu Wardhana didampingi Kepala Bidang Transmigrasi Disnakertrans Kulonprogo Heri Widada saat konferensi pers terkait program transmigrasi, . ( HENDRI UTOMO/RADAR JOGJA )
RADAR JOGJA - Isak tangis haru mewarnai pelepasan Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kulonprogo Agus Langgeng Basuki di Ruang Adikarta, kompleks Pemkab Kulonprogo, Rabu (15/4).

Langgeng sejatinya baru akan pensiun Maret 2021 mendatang. Namun pada 7 April 2020 lalu, dia memutuskan mundur dari jabatannya sebagai kepala Bappeda Kulonprogo sekaligus melepas status Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk berkompetisi dalam pemilihan wakil bupati (Pilwabub) Kulonprogo sisa masa jabatan 2017-2022.

Saat berpamitan, Langgeng didampingi istrinya Wahyuni Indriastuti. Tidak kuasa menahan haru, sosok yang dinilai banyak ide ini sempat meneteskan air mata dan terhenyak beberapa menit sebelum kembali melanjutkan perpisahan. "Kepada seluruh teman-teman instansi Pemkab Kulonprogo tetap jaga silaturahmi," pesan pria kelahiran Kediri, Jawa Timur ini.

Lelaki 59 tahun ini sudah mengabdi di Kulonprogo sebagai ASN Pemkab Kulonprogo genap 31 tahun. Ia juga sudah 21 tahun berkantor di Dinas Pertanian dan Pangan, hingga akhirnya menjabat sebagai Kepala Bappeda pada Maret 2010 silam.

Bupati Kulonprogo Sutedjo mengungkapkan, selama tiga dekade sebagai ASN di Lingkungan Pemkab Kulonprogo, kinerja Langgeng Agus Basuki bagus. Selama kurang lebih 10 tahun sebegai kepala Bappeda, banyak kontribusinya dalam pembangunan daerah.”Ide-idenya cemerlang, menentukan kebijakan pemkab dalam merencanakan pembangunan," ungkapnya.

Sutedjo secara pribadi mengaku salut dan mengenal lama pribadi Langgeng sejak dirinya menjabat sebagai camat, kabag, asisten daerah sampai bupati Kulonprogo sekarang ini. Sutedjo bahkan memiliki sebutan khusus untuk Langgeng. Sutedjo menyebut Langgeng itu kancilnya Kulonprogo dari sisi positif. Idenya banyak sekali. Pemikirannya selalu segar dan memberikan berbagai alternatif dan inovasi untuk Kulonprogo.”Pengabdiannya untuk Kulonprogo begitu besar," pujinya.

Sutedjo mengungkakan, kursi kepala Bappeda untuk sementara diisi Asisten Daerah II Bidang Perekonomian dan Sumber Daya Alam Setda Kulonprogo Bambang Tri Budi. Dia belum tahu kapan proses pengisian jabatan definitif kepala Bappeda akan dilaksanakan. Pengisian jabatan pimpinan tinggi (JPT) pratama ini akan melibatkan Badan Pertimbangan Jabatan dan Perpangkatan (Baperjakat) Kulonprogo yang bertugas mengusulkan calon.

Pemkab harus berkirin surat dulu dengan Badan Kepegawaian Negara (BKN) terkait kekosongan jabatan tersebut guna menentukan bagaimana mekanisme pengisian, apakah melalui pergeseran dari pejabat eselon dua yang sudah ada atau seleksi terbuka.

Langgeng gagal menduduki kursi wabup, setelah kalah suara dalam voting yang dilakukan dalam  rapat paripurna pemilihan wakil bupati Kulonprogo yang digelar DPRD Kulonprogo, Kamis (9/4) lalu. Langgeng kalah dari pesaingnya Fajar Gegana. Dari total 40 anggota dewan, sebanyak 28 orang memberikan suara kepada Fajar, sedangkan Langgeng hanya memperoleh 12 suara.

 

Langgeng menyatakan, setelah mundur sebagai ASN, akan lebih banyak menghabiskan waktu untuk keluarga dan lingkungan tempat tinggalnya. "Saya  akan banyak beraktivitas di lingkungan rumah dulu, ingin bisa lebih bermanfaat untuk masyarakat sekitar," ujarnya.

Kendati sudah tidak menjadi ASN Pemkab Kulonprogo, Langgeng mengaku masih ingin berkontribusi untuk Kulonprogo. Ia juga menyatakan bersedia membantu ketugasan pemkab khususnya dalam hal perencanaan pembangunan daerah. "Namun tentu bukan masuk bagian tim ahli. Jika sekadar memberikan ide dan saran, saya siap," janjinya. (tom/din) Editor : Editor Content
#Kulonprogo #ASN Pemkab