Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Peringatan Hari Jadi Ditutup Pentas Wayang

Editor News • Senin, 24 Oktober 2016 | 23:07 WIB
BERBAKAT: Dalang cilik Kulonprogo Ki Anom Hilmi Maulana Adi tampil pada penutupan Hari Jadi Ke-65 Kulonprogo (22/10).(Foto;HENDRI UTOMO/RADAR JOGJA)
BERBAKAT: Dalang cilik Kulonprogo Ki Anom Hilmi Maulana Adi tampil pada penutupan Hari Jadi Ke-65 Kulonprogo (22/10).(Foto;HENDRI UTOMO/RADAR JOGJA)

KULONPROGO - Dalang cilik asli Kulonprogo Ki Anom Hilmi Maulana Adi menjadi pemuncak penutupan peringatan Hari Jadi Ke-65 Kulonprogo. Dia membawakan lakon Jangang Tetuko, Sabtu (22/10) malam.

Hadir menyaksikan wayang kulit, Sekda Kulonprogo Astungkoro, dan Ketua DPRD Kulonprogo Akhid Nuryati. Sejumlah Forkopimda, Kepala SKPD, dan masyarakat juga datang.

Hilmi putra dari Slamet Kuswantoro, warga Sogan, Wates. Baru berusia sembilan tahun, duduk di kelas IV SD IT Ibnu Mas'ud Wates. Hilmi belajar mendalang di Sanggar Ayodya milik Ki Juwaraya Alib Biyono dari Sembungan, Kasihan, Bantul.

Astungkoro sudah beberapa kali melihat penampilan Hilmi. "Saya juga meminta semua pihak memberi kesempatan Ki Anom Hilmi untuk pentas pada kesempatan lainnya," kata Astungkoro.

Hilmi memang sudah pentas di mana-mana. Di antaranya tampil dalam parade dalang anak Bantul, Nyadran Ageng Kulonprogo. Termasuk tampil untuk menutup peringatan Hari Jadi Kulonprogo tersebut.

Pada pagelaran wayang malam itu juga diserahkan sejumlah penghargaan dan pembagian hadiah lomba selama digelar peringatan Hari Jadi Kulonprogo. Di antaranya lomba Senam Angguk Versi 2, dan Kirab Budaya Menoreh 2016. (tom/iwa/ONG)
  Editor : Editor News
#dalang cilik #wayang kulit #Kulonprogo #wayang #HUT Kulonprogo