Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Dari Perayaan Paskah di Gereja Santa Maria Loudes Promasan Sendangsono

Administrator • Sabtu, 26 Maret 2016 | 19:11 WIB
Photo
Photo
HENDRI UTOMO/RADAR JOGJA
DIDOKUMENTASI: Suasana perayaan Paskah di Gereja Santa Maria Loudes Promasan Sendangsono kemarin (25/3).

Dibuat Film Dokumenter, Hasilnya untuk Kaum Papa


Ada yang berbeda dalam perayaan Jumat Agung di Gereja Santa Maria Loudes Promasan dan Sendangsono, Kalibawang, kemarin (25/3). Tidak kehilangan makna dan khidmat, kisah drama penyaliban Yesus kali ini juga didokumentasi menjadi film dokumenter. Seperti apa prosesinya?
HENDRI UTOMO, Kulonprogo
SEBANYAK 100 umat Paroki Promasan didukung 40 kru film terlibat langsung dalam perayaan Jumat Agung yang digelar di kawasan Gereja Santa Maria Loudes Promasan hingga Sen-dangsono itu.Mereka menghayati peran masing-masing, terlebih perayaan kali ini juga dibuat menjadi film dokumenter yang nantinya akan dijual sebagai bentuk peng galangan dana. Hasilnya akan disumbang-kan kepada ma syarakat yang membutuhkan. "Tahun ini memang sedikit berbeda dibanding perayaan tahun-tahun sebelumnnya. Karena perayaan kali ini juga dibuat menjadi film dokumenter," ungkap Bambang Nilokoco selaku Panitia Perayaan Paskah Gereja Santa Maria Loudes Promasan. Bambang menjelaskan, kendati ada aktivitas pengambilan gambar untuk film dokumenter, prosesi mulai jalan salib yang dikemas dalam bentuk drama tetap ber-jalan khidmat. Umat tetap bisa berdoa dengan khusyuk. "Hasil penjualan film do-kumenter nantinya akan di-sumbangkan untuk orang-orang cacat, kaum miskin, lemah, dan tersingkir, serta lingkungan alam semesta," jelasnya
Diungkapkan, dalam perayaan kali ini panitia juga melibatkan masyarakat lintas iman. Umat muslim, Hindu, dan Budha juga diajak merayakan Paskah ber-sama. "Rangkaian Paskah seperti biasa, mulai Kamis (24/3) malam Jumat Agung, sampai puncak perayaan yakni kebangkitan Yesus, Sabtu (26/3) malam," ungkapnya.Pemeran tokoh Yesus, Suwan-toro, warga Dusun Semagung, Banjaroya, menyatakan, peran-nya kali ini merupakan penga-laman pertamanya. Ia mengaku rajin mengikuti latihan sebagai tokoh Yesus, setidaknya 16 kali sejak bulan Januari kemarin. "Mendekati Paskah, latihan bahkan diperbanyak seminggu tiga kali dan saya senang meng-ikutinya," ucap Suwantoro.Menurut Suwantoro, adegan pencambukan dan penyaliban menjadi adegan yang paling sulit. Karena bukan hanya sakit yang harus dirasakan, namun ia juga dituntut harus benar-benar bisa menghayati per-juangan dan pengorbanan Yesus masa itu. "Jika diberi kesempatan lagi tahun depan, saya bertekad akan berusaha lebih baik dengan banyak latihan. Saya bersyukur karena dengan seperti ini juga dapat menghayati, tidak hanya mendengarkan kisahnya," ujar-nya. (laz/ong) Editor : Administrator
#sendangsono #Paskah #Paroki Promasan #Gereja Santa Maria Loudes Promasan Sendangsono #Kulonprogo