PEDAS HARGANYA: Sebagian petani cabai di Bulak Bulu, Panjatan, Kulonprogo tengah menikmati panen di saat harga cabai melambung tinggi, kemarin (16/3). Di lokasi lain, banyak petani yang baru mulai menanam.
KULONPROGO-Kenaikan harga cabai di pasaran seharusnya menjanjikan keuntungan bagi petani. Namun sayang, mereka tidak banyak yang mendapatkan momen kenaikan harga ini. Sebab, mayoritas belum memasuki musim panen.
Salah satu petani yang beruntung adalah Komsatun, 45, warga Bugel, Panjatan. Tanaman cabai seluas 800 meter persegi miliknya kini tengah memasuki puncak panen. "Saya menyewa lahan ini. Alhamdulilah harga di tingkat petani Rp 38 ribu - Rp 40 ribu per kilogram. Ini panen keenam. Saat panen perdana sebulan lalu harganya Rp 11 ribu," katanya kemarin (16/3).
Menurutnya, cabai merupakan komoditas musiman, sehingga harga di pasar sangat dipengaruhi pasokan dari petani. Sementara sebagian besar petani di Kulonprogo kini masih memasuki musim panen padi. Beberapa petani juga baru memulai menanam cabai di sawah.
"Saat ini belum masuk musim panen. Sehingga pasokan di pasar sedikit. Saat masuk panen raya harganya biasanya turun. Bagi petani seperti saya, jika di atas Rp 10 ribu itu masih bagus, apalagi kalau sampai Rp 40 ribu," ujarnya.
Para pedagang di pasar Wates Kulonprogo justru mengeluhkan lonjakan harga cabai yang mencapai 100 persen beberapa pekan terakhir. Jumlah pembeli terus menurun drastis. Pembeli juga banyak yang mengurangi jumlah pembelian karena harga cabai yang kelewat mahal.
Pedagang sayuran di Pasar Wates Kulonprogo Djumiyem, 60, mengatakan, harga cabai sudah mengalami kenaikan sejak sebulan terakhir, puncaknya beberapa pekan terakhir dengan kisaran harga mencapai Rp 50 ribu per kilogram.
Harga tersebut kemungkinan masih bisa naik, jika tidak ada pasokan dari luar Kulonprogo. Harga cabai rawit kini naik dari Rp 15 ribu - Rp 30 ribu per kilogram, cabai merah kriting dan cabai rawit juga naik dari Rp 25 ribu - Rp 50 ribu per kilogram. " Saya berharap harganya bisa kembali stabil normal. Bagi saya tidak terlalu mahal tidak apa-apa yang penting dagangan laku," katanya.
Selain cabai, harga bawang putih juga naik dari Rp 25 ribu - Rp 45 ribu per kilogram. Bawang merah naik dari Rp 20 ribu - Rp 40 ribu per kilogramnya. "Karena apa-apa mahal, pembelinya sepi. Jika biasanya saya bisa jual cabai lima kilogram sehari, sekarang bisa laku dua kilogram saja sudah bagus," ungkapnya. (tom/din/ong) Editor : Administrator