Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Ribuat Bibit Cabai Milik Warga Rusak

Administrator • Sabtu, 12 Maret 2016 | 19:50 WIB
Photo
Photo
HENDRI UTOMO/RADAR JOGJA
RUSAK: Riswanto menunjukkan bibit cabai yang rusak di Pedukuhan Munggangan, Palihan, Temon, Kulonprogo, kemarin (10/3).
KULONPROGO - Ribuan bibit milik warga di Pedukuhan Munggangan, Palihan, Temon, Kulonprogo rusak, kemarin (10/3). Belum jelas siapa pelaku perusakan bibit cabai yang sudah siap tanam itu.

Pemilik bibit cabai itu adalah Riswanto, warga Dusun Ngringgit, Palihan. Atas kejadian itu, dia telah melapor kepada dukuh setempat yang kemudian diteruskan ke Polsek Temon. Riswanto menuturkan, bibit cabai yang rusak itu pertama kali diketahui oleh istrinya, Wagiyem. Saat diberi tahu, dia tengah dalam perjalanan untuk mengikuti pelatihan pertukangan bagi warga terdampak bandara.

"Saya terkejut ketika diberi tahu istri saya jika bibit tanaman cabai sudah dalam kondisi rusak. Padahal rencananya baru akan ditanam tiga hari mendatang," tuturnya, kemarin (10/3).

Dia mengatakan, begitu mendapat kabar dia langsung mengurungkan niatnya ikut pelatihan dan kembali ke area pertanian garapannya. Ternyata benar, bibit cabai siap tanam rusak parah. Tidak sedikit yang patah seperti kena sabetan benda tajam. "Sebagian terserak di tanah, seperti ditumpahkan dengan sengaja," katanya.

Riswanto menjelaskan, lahan pertanian miliknya sebagian memang berada di area calon lokasi bandara baru. Dia menduga ini ada kaitannya dengan proyek pembangunan bandara, kendati dia menyatakan tidak tahu pasti siapa pelakunya. "Kerusakan bibit cabai dilakukan secara sengaja menggunakan senjata tajam," jelasnya.

Menurutnya, sebagai salah satu warga terdampak bandara, dia juga mengaku selama ini tidak pernah merasa memiliki musuh atau masalah dengan orang lain. Kendati tidak ingin berspekulasi soal siapa pelakunya.

Kamis (10/3), sejumlah anggota Polsek Temon mendatangi lokasi lahan pertanian milik Riswanto. Polisi melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan meminta keterangan untuk pengusutan lebih lanjut. Terlebih, kasus perusakan bibit cabai di wilayah calon lokasi bandara sudah terjadi untuk kali kedua ini.

Sebelumnya, bibit cabai milik Sujarwo Edi, warga Dusun Macanan, Glagah, Temon juga mengalami nasib serupa. Bibit cabai sebanyak 44 kotak yang dirawatnya ditemukan rusak parah pada Selasa (1/3) pekan lalu.

Padahal, pada hari itu juga bibit cabai milik Sujarwo Edi akan segera ditanam. Kasus perusakan pertama belum terungkap, kini kasus serupa muncul, yakni bibit cabai milik Riswanto yang menjadi sasaran.

Menunggu proses penyelidikan kepolisian, Riswanto sementara ini hanya bisa membersihkan bibit cabai yang sudah terlanjur rusak. Sesuai perhitungannya, sedikitnya 10 kotak berisi ribuan bibit cabai gagal tanam, dia pun mengalami kerugian yang tidak sedikit.

"Yang masih bisa ditanam saya pilah. Kemungkinan proses penanaman akan saya ajukan, mengantisipasi ada perusakan lagi," ujarnya.

Kapolsek Temon Kompol Susilo mengamini, pihaknya telah menerima laporan perusakan bibit cabai milik Riswanto. Sehingga pihaknya resmi sudah menerima dua laporan kasus perusakan bibit cabai. "Kami masih melakukan penyelidikan. Belum ada kesimpulan soal dugaan pelaku," tegasnya. (tom/ila/ong) Editor : Administrator
#tanaman cabai #Kulonprogo #Petani