CUKUP JELAS: Kepala BPS Kulonprogo Sugeng Utomo didampingi Kasi Statistik Distribusi BPS Kulonprogo Eep Syaripudin dan Kasi Itregrasi Pengolahan dan Desiminasi Statistik (IPDS) BPS Rachmawati saat menjelaskan Program Sensus ekonomi 2016 di Media Centre, Wates, Kulonprogo.
Susah Dipantau, Tak Semua Pengusaha Cantumkan Alamat Lengkap
Ada yang beda dalam Sensus Ekonomi (SE) tahun ini. Badan Pusat Statistik (BPS) memasukkan sektor bisnis online dalam item sensus.
Hendri Utomo, KULONPROGO
Perkembangan teknologi informasi cukup besar perannya dalam pertumbuhan ekonomi. Khususnya bisnis online. Alasan itu yang menjadi dasar dari BPS memasukkan sektor tersebut.
"Potensi bisnis online kini semakin banyak dilirik masyarakat. Banyak bisnis rumahan yang tidak melibatkan banyak tenaga kerja, namun meraup keuntungan besar," kata Kepala BPS Kulonprogo Sugeng Utomo saat Sensus Ekonomi (SE) 2016 di Media Centre Kulonprogo, kemarin (29/2).
Sugeng memaparkan, kendati menjadi sasaran SE 2016, perkembangan bisnis online relatif susah dipantau. Karena tak semua pengusaha menyantumkan alamat lengkap dalam akunnya.
Terkait bisnis online, BPS Kulonprogo tetap memakai metode survei pada umumnya. Di mana petugas sensus mendatangi setiap rumah dan mencari tahu, apakah ada usaha bisnis online atau tidak. "Tentunya sambil mendata item lainnya," jelasnya.
Ditambahkan, SE 2016 akan digelar pada 1-31 Mei mendatang. sedikitnya ada 453 orang petugas sensus yang akan diterjunkan. Mereka akan mendatangi rumah. Termasuk mendata semua usaha mulai yang berskala kecil hingga besar.
"Jasa pendidikan, kesehatan, hingga sektor informal seperti jasa asisten rumah tangga juga akan ikut didata," imbuhnya.
Hasil sensus juga bisa dimanfaatkan pelaku usaha untuk mengetahui posisi, peluang, serta daya saing usaha yang sedang atau akan dirintis. Sementara pemerintah juga membutuhkan data komperehensif tentang kondisi perekonomian untuk pemetaan.
"Data sensus menjadi salah satu landasan pengambilan kebijakan pembangunan di bidang ekonomi. Termasuk dalam menghadapi era masyarakat ekonomi ASEAN (MEA). Jadi data harus valid dan akurat," terangnya.
Kepala Seksi Statistik Distribusi BPS Kulonprogo Eep Syaripudin mengungkapkan, SE 2016 akan mengambil data secara makro terlebih dahulu. Data diolah secara cepat. Kemudian dilakukan untuk mendapatkan hasil sementara, diumumkan pada Agustus nanti.
"Sensus Ekonomi akan dilaksanakan 2017 untuk mendapatkan data yang lebih detail. Penarikan sampel hanya diterapkan untuk usaha mikro, kecil, dan menengah. Sedangkan semua perusahaan besar akan didata, tidak ada sampel," ungkapnya.(hes/ong) Editor : Administrator