INDAH: Dermaga Wisata Glagah yang rencananya akan di pihakketigakan, (kanan). Muara sungai Serang di Pantai Glagah juga menawarkan panorama alam yang indah, kemarin.
Pesona Muara Sungai Serang Menjanjikan KULONPROGO-Selain laguna dan kuliner khas ikan laut segar tangkapan nelayan, salah satu daya tarik di objek wisata (obwis) Pantai Glagah adalah dermaganya.
Di lokasi itu, sangat cocok untuk perkemahan. Selain itu banyak juga para pemancing yang menyalurkan hobinya di sisi timur dermaga Glagah (Sungai Serang)."Saya sering ke sini, ikannya banyak dan macam-macam jenisnya. Tidak hanya ikan air payau, tapi saat air pasang ikan laut juga kadang masuk sampai ke sini," kata Suwondo, warga Gamping, Sleman Jogjakarta, kemarin (17/5).
Selain dermaga Glagah, daya tarik lainnya adalah break water atau pemecah ombak. Hantaman ombak saat menerjang break water menciptakan pemandangan yang berbeda. Kendati para pengnjung dituntut ekstra waspada saat mendekatinya.
Pantauan Radar Jogja, hampir semua pengunjung yang datang ke Pantai Glagah mendekati pemecah ombak. Pengunjung seolah penasaran melihat dari dekat besarnya gelombang laut selatan saat menghajar pemecah ombak ini. "Suara gemuruh gelombang dan pecahan ombak yang tinggi membuat sensasi tersendiri. Adrenalin seolah terpacu saat melihatnya dari dekat, tentu saja pemandangan yang sip untuk foto-foto," ucap Tri Nuryanto, warga Jetis Jogjakarta.
Kasi Objek dan Sarana Prasarana Pariwisata, Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Kulonprogo Kuat Tri Utomo menyatakan, keberadaan dermaga Glagah sejauh ini belum mmpu memberikan kontribusi maksimal terhadap peningkatan PAD. "Sejauh ini dermaga hanya digunakan untuk kegiatan perkemahan. Dulu ada kapalnya tetapi sekarang sudah rusak," katanya. Menurut Kuat, sebetulnya banyak pihak ketiga yang ingin mengelola dan mengembangkan dermaga wisata Glagah. Koordinasi lintas SKPD sudah dilakukan, namun masih butuh peraturan daerah (Perda) untuk payung hukumnya. "Biaya sewa kawasan ini hanya Rp150 ribu. Harapan kami nantinya pihak ketiga yang bisa ikut mengembangkan kawasan ini," ujarnya.
Kepala Badan Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu (BPMPT) Kulonprogo Agung Kurniawan mengungkapkan, ada salah satu perusahaan rumah makan yang sudah mengajukan ijin mengelolaan kawasan dermaga. Bahkan mereka juga mengaukan surat untuk menyusun masterplan. "Namun studi harus dilakukan agar status lahannya jelas. Itu termask tata kelola lingkungan karena berada di pinggir sungai," ungkapnya. (tom/din/ong) Editor : Administrator