RADAR JOGJA - Dalam beberapa tahun terakhir, tren kuliner di Indonesia diramaikan oleh hadirnya olahan ayam goreng tepung berbalut minyak merah menyala yang dikenal sebagai Nashville hot chicken atau ayam Nashville pedas.
Hidangan dengan sensasi pedas gurih yang menggigit ini begitu cepat mencuri perhatian masyarakat.
Mengandalkan tekstur renyah dan rempah tebal yang meresap hingga ke dalam daging, kuliner ayam pedas ini kini sangat mudah dijumpai, baik di kedai-kedai lokal modern maupun restoran cepat saji populer.
Menariknya, hidangan yang kini mendunia ini awalnya tidak tercipta dari eksperimen koki ternama loh!
Baca Juga: Setelah 2 Bulan Langit Jadi Oranye, Tangis Haru Warga Palangka Raya Pecah Saat Hujan Akhirnya Turun
Ayam Nashville lahir dari kisah balas dendam yang unik. Pada era 1930-an di Kota Nashville, Tennessee, Amerika Serikat, seorang pria bernama Thornton Prince dikenal suka keluyuran malam.
Sang kekasih yang merasa kesal bermaksud memberikan pelajaran dengan memasak ayam goreng yang disiram minyak dan tumpukan bubuk cabai super pedas saat sarapan.
Bukannya jera atau kesakitan, Thornton justru sangat menyukai cita rasa pedas berempah tersebut. Ia bahkan kemudian mendirikan kedai bernama Prince’s Hot Chicken Shack, yang menjadi cikal bakal populernya resep ayam goreng pedas khas Nashville hingga saat ini.
Ciri khas Utama yang membedakan ayam Nashville dengan ayam goreng biasa terletak pada proses pelapisannya.
Baca Juga: Tren Runcation Bawa Angin Segar bagi Pariwisata Jogja, Berdampak Bagus Pada Resto-Cafe
Setelah ayam digoreng hingga renyah, permukaannya akan disiram atau dicelupkan ke dalam minyak panas yang dipadukan dengan bubuk cabai cayenne, paprika, bubuk bawang putih, dan sedikit gula.
Teknik ini menghasilkan lapisan luar berwarna merah membara dengan tekstur yang tetap crispy, memberikan perpaduan rasa pedas, gurih, dan sedikit manis yang meledak di mulut tanpa membuat tepungnya menjadi lembek.
Kepopuleran ayam Nashville di Indonesia bukan tanpa alasan.
Banyak orang yang memiliki budaya menyukai makanan pedas dan merasa sangat familiar dengan karakter rasa berempah tebal berbasis minyak ini, mirip dengan sensasi makan sambal minyak atau chili oil.
Ditambah lagi, para pelaku usaha kuliner lokal secara kreatif mengadaptasi penyajiannya agar semakin pas dengan lidah masyarakat.
Jika di negeri asalnya hidangan ini disajikan bersama roti tawar dan acar, di Indonesia ayam Nashville disajikan menyatu dengan nasi hangat, telur, hingga saus keju, menjadikannya santapan lezat yang sempurna untuk nikmati kapan saja.
Editor : Meitika Candra Lantiva