Mengenal Wadai Putri Selat, Jajanan Pasar Khas Kalimantan Selatan

Farah Rizki Ramadhan • Dipublikasikan Selasa, 15 September 2026 | 12:04 WIB
Wadai Putri Selat khas Banjarmasin. (Kolase karasantan.id dan Pinterest)
Wadai Putri Selat khas Banjarmasin. (Kolase karasantan.id dan Pinterest)

 

RADAR JOGJA - Sekilas mirip kue lapis, karena dibuat dengan menuangkan adonan yang berlapis-lapis.

Tapi kue yang satu ini ternyata bukan lapis. 

Tapi Wadai Putri Selat.

Jajanan tradisional khas Banjarmasin, Kalimantan Selatan. 

Yang memberakan Wadai Putri Selat dengan kue lapis pada umumnya terletak pada warna maupun campuran adonan.

Umumnya, wadai (kue/jajanan pasar) ini terdiri dari 3 lapis yang masing-masing lapisan memiliki cita rasa sendiri.

Tentu berbeda dengan kue lapis yang mengandalkan satu adonan dan menuangkan warna yang berbeda.

Baca Juga: Paul Merson Peringatkan Liverpool: Transfer Barcola Belum Menjawab Masalah The Reds

Adonan Wadai Putri Selat

Setiap lapisan terdiri dari santan dan tepung beras sebagai bahan utama, tetapi olahan serta takarannya berbeda. 

Pada lapisan terbawah, putri selat terbuat dari campuran kelapa tua, tepung beras, dan santan.

Lapisan kedua terbuat dari gula merah, santan, telur, tepung beras, dan tepung terigu.

Lalu lapisan ketiga terbuat dari tepung beras dan santan. 

Tak jauh beda dengan pembuatan kue lapis, wadai ini dimasak dengan cara dikukus bertahap. 

Lapisan paling bawah dikukus selama 5 menit, lapisan kedua diletakkan berikutnya di atas lapisan terbawah dan dikukus selama 20 menit, lalu lapisan ketiga diletakkan paling atas dan dikukus selama 30 menit hingga keseluruhan lapisan wadai putri selat sudah matang. 

Baca Juga: Comeback Dramatis, Real Betis Tekuk Villarreal dan Naik ke Posisi Ketiga LaLiga

Karena terdiri dari 3 bahan dasar yang berbeda, tiga lapisan putri selat memiliki warna yang berbeda pula.

Lapisan paling bawah biasanya berwarna putih dengan mempertahankan tekstur kelapa, bagian tengah memiliki warna coklat dari gula merah serta bertekstur lembut.

Sedangkan lapisan paling atas memiliki warna putih santan, atau ada juga yang menggunakan pasta pandan untuk mengubahnya menjadi warna hijau. 

Dilansir dari Radar Banjarmasin, wadai ini kerap muncul di bulan Ramadan.

Karena memiliki perpaduan manis dan gurih, putri selat sering dijadikan takjil.

Baca Juga: Modal Start Sempurna, Arsenal Siap Hancurkan Ipswich di EFL Cup

 

 Selain pada bulan Ramadan, putri selat kadang dapat dijumpai di pasar-pasar tradisional atau dipesan terlebih dahulu ke pengusaha jajanan pasar.

Penamaan wadai “Putri Selat” berasal dari seorang Putri Banjar yang bernama Putri Junjung Buih, perempuan yang menurut kepercayaan muncul dari buih sungai dan kemudian menjadi bagian penting dalam legitimasi kerajaan Banjar.

Putri Junjung Buih dipercayai merupakan orang yang pertama kali membuat wadai ini. Sebagaimana Putri tersebut, penamaan wadai "Putri Selat" menjadi simbol keanggunan, kelembutan, dan kemewahan cita rasanya.

Pada masa kerajaan, wadai/kue ini disebut sebagai kue istimewa raja-raja yang hanya disajikan di istana. Akan tetapi sekarang kue ini sudah bisa dibuat dan dinikmati oleh rakyat biasa dan dapat ditemukan di pasar-pasar. 

Apakah kamu tertarik untuk mencoba wadai putri selat?

 

Editor : Meitika Candra Lantiva
Sumber : Radar Banjarmasin, Youtube Mei Arimbi, Dimensi Indonesia
Wadai Putri Selat Jajanan Pasar Khas Kalimantan Selatan Mirip Kue Lapis Makanan Khas Banjarmasin Kuliner Nusantara