Dibakar dalam Bambu, Lemang Karo Menyimpan Cita Rasa dan Cerita Tradisi yang Terus Diwariskan

Frencia Keliat • Dipublikasikan Jumat, 11 September 2026 | 13:16 WIB
Lemang Karo, sajian berbahan beras ketan yang dimasak dalam bambu dan menjadi bagian dari kekayaan kuliner tradisional masyarakat Karo.

Sumber foto : https://vt.tiktok.com/ZSqD4poRw/
Lemang Karo, sajian berbahan beras ketan yang dimasak dalam bambu dan menjadi bagian dari kekayaan kuliner tradisional masyarakat Karo. Sumber foto : https://vt.tiktok.com/ZSqD4poRw/ 

 KARO – Lemang menjadi salah satu makanan tradisional yang dikenal dalam kehidupan masyarakat Karo. Makanan berbahan dasar beras ketan ini memiliki cita rasa khas karena dimasak menggunakan bambu dan dibakar hingga matang.

Proses pembuatan lemang dilakukan dengan cara memasukkan beras ketan yang telah disiapkan ke dalam bambu yang sebelumnya dilapisi daun pisang. Setelah itu, bambu diletakkan di dekat bara api dan dibakar secara perlahan. Proses tersebut membutuhkan perhatian agar lemang matang secara merata dan tidak gosong.

Aroma khas bambu dan daun pisang yang berpadu dengan beras ketan menjadi salah satu ciri yang membuat lemang berbeda dari makanan berbahan ketan lainnya. 

Teksturnya yang lembut dan sedikit kenyal membuat makanan ini dapat dinikmati sebagai sajian tradisional maupun pendamping makanan lainnya.

Dalam kehidupan masyarakat Karo, makanan tradisional tidak hanya berkaitan dengan kebutuhan sehari-hari, tetapi juga menjadi bagian dari kebiasaan dan kegiatan bersama. Lemang dapat hadir dalam berbagai kesempatan, terutama ketika masyarakat berkumpul dan melaksanakan kegiatan adat atau perayaan tertentu.

Baca Juga: Dari Serie D ke Panggung Eropa: Como 1907 Hajar RB Leipzig 4-1 di Debut Liga Champions

Pembuatan lemang juga mencerminkan kebersamaan. Proses menyiapkan bahan, memasukkan ketan ke dalam bambu, hingga membakarnya dapat dilakukan secara bersama-sama. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari interaksi masyarakat sekaligus membantu mempertahankan pengetahuan mengenai makanan tradisional.

Keberadaan lemang di tengah perkembangan kuliner modern menunjukkan bahwa makanan tradisional masih memiliki tempat dalam kehidupan masyarakat. Cara pengolahannya yang sederhana justru menjadi bagian dari kekayaan budaya yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Bagi masyarakat Karo, lemang bukan sekadar makanan berbahan ketan yang dimasak dalam bambu. Di balik proses pembuatannya terdapat kebiasaan, kebersamaan, dan warisan kuliner yang terus dijaga. Keberadaan makanan ini menjadi salah satu cara masyarakat mempertahankan cita rasa tradisional sekaligus mengenalkan kekayaan kuliner Karo kepada generasi berikutnya.

(Frencia Keliat)

Editor : Iwa Ikhwanudin
Sumber : Berbagai Sumber
Lemang Karo Cerita Tradisi Terus Diwariskan dimasak menggunakan bambu Aroma khas bambu